Sebanyak 361 siswa SMA Negeri 1 Sampang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (22/9/2026). Mereka mengeluhkan mual, pusing, dan diare. Sebagian siswa mulai merasakan gejala sejak malam hingga pagi dan siang hari berikutnya.
Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) Cilacap, Hasanuddin, mengatakan jumlah tersebut berasal dari total 962 siswa. Rinciannya, 108 siswa kelas 10, 125 siswa kelas 11, dan 128 siswa kelas 12.
Penanganan siswa dilakukan di sekolah hingga rumah sakit
Petugas kesehatan langsung melakukan pemeriksaan dan penanganan di sekolah. Sebanyak 70 siswa mendapat pengobatan di lokasi karena gejalanya dinilai masih aman untuk ditangani tanpa perawatan lanjutan.
Selain itu, 15 siswa menjalani pemeriksaan dan rawat jalan di Puskesmas Sampang. Mereka diberi obat sebelum diperbolehkan pulang. Enam siswa lainnya harus menjalani rawat inap di Puskesmas Sampang.
Jumlah siswa yang dirujuk ke RSUD Cilacap tercatat 19 orang. Hasanuddin mengatakan jumlah pasien yang datang ke rumah sakit sempat bertambah dari pembaruan awal yang mencapai sekitar 15 siswa.
“Langkah utama yang kami lakukan dari Dinas Kesehatan dan teman-teman di lapangan itu yang terpenting melakukan penyelamatan, memberikan pertolongan kepada siswa yang mengalami keluhan untuk dilaksanakan pemeriksaan,” kata Hasanuddin, Rabu (23/9/2026).
Penanganan melibatkan tenaga medis dari lima puskesmas, yakni Puskesmas Sampang, Maos, Adipala I, Adipala II, dan Kesugihan I. Mereka dibantu tim Yankes serta Farmalkes Dinas Kesehatan Cilacap untuk pemeriksaan, evakuasi, dan rujukan pasien.
Sampel makanan diperiksa di laboratorium
Dinkes Cilacap masih menyelidiki penyebab keluhan yang dialami para siswa. Petugas telah berkoordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait dan mendatangi lokasi untuk memeriksa tempat serta mengambil sampel.
“Apa dugaan keracunan ini berasal dari sampel makanan atau dari air dan lain sebagainya, nanti diperiksa di Labkes Provinsi Jawa Tengah,” ujar Hasanuddin.
Sampel yang telah dibawa petugas akan dikirim ke Laboratorium Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk mengetahui apakah keluhan siswa berkaitan dengan makanan MBG, air, atau faktor lain.
Dinas Kesehatan Cilacap juga berkoordinasi dengan koordinator wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) di Cilacap. Atas koordinasi itu, operasional SPPG yang terkait diminta dihentikan sementara hingga proses pemeriksaan selesai.
Yesilia, salah satu siswa SMA Negeri 1 Sampang, mengatakan gejala mulai dirasakannya sejak malam setelah mengonsumsi MBG dan memburuk pada pagi hari di sekolah. Ia mengaku mengalami mual, pusing, diare, serta penglihatan berkunang-kunang. Siswa yang mengalami keluhan kemudian dikumpulkan untuk diperiksa, sementara mereka yang kondisinya lebih parah dibawa ke fasilitas kesehatan.












