Berita  

Memanfaatkan Limbah Rumah Tangga Jadi Pupuk Organik di Gresik



Mahasiswa di <a href="https://portalberitaantara.net/2026/09/12/pendapatan-merosot-belanja-daerah-naik-sorot-dprd-gresik/">Gresik</a> Ajak Warga Terapkan 3R: Olah Limbah Rumah Tangga Jadi Pupuk Organik

Mahasiswa INSIDA Gresik Ajak Warga Manfaatkan Limbah Rumah Tangga menjadi Pupuk Organik

Sebuah inisiatif menarik datang dari mahasiswa Institude Agama Islam Daruttaqwa (INSIDA) Gresik yang berhasil melaksanakan kegiatan edukasi terkait pengelolaan sampah rumah tangga dan limbah dapur menjadi pupuk organik. Melalui konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle), mahasiswa Kelompok 5 Kuliah Kerja Nyata (KKN) INSIDA Gresik sukses menghadirkan program “Eco-Action” di Dusun Jubel, Desa Kedunganyar, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik.

Mahasiswa Sebagai Agen Perubahan

Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 1 September 2026, dihadiri oleh kalangan mahasiswa KKN. Mereka mengundang Nur Khosiah sebagai pemateri untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat sekitar mengenai pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Selain itu, mahasiswa juga memaparkan bagaimana limbah organik rumah tangga dapat diolah kembali menjadi bahan yang memiliki nilai guna.

Konsep 3R dan Implementasinya

Materi utama dari kegiatan ini adalah konsep 3R yang diperkenalkan kepada masyarakat. Pengurangan penggunaan barang yang berpotensi menjadi sampah (Reduce), pemanfaatan kembali barang yang masih layak digunakan (Reuse), dan pengolahan kembali sampah menjadi produk yang bermanfaat (Recycle) menjadi fokus utama dalam edukasi ini.

Khosiah menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar edukasi mengenai pengelolaan sampah, namun juga bagian dari usaha mewujudkan “Ekosistem Berperadaban”. Melalui pengolahan limbah dapur menjadi pupuk organik, masyarakat diharapkan mampu membangun kesadaran dalam memanfaatkan sumber daya lingkungan secara bijak.

Komposter timba tumpuk menjadi salah satu implementasi dari edukasi tersebut. Sistem sederhana ini dirancang untuk memanfaatkan limbah organik dari dapur sebagai bahan dasar pembuatan pupuk organik. Dengan demikian, limbah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dapat kembali ke lingkungan sebagai produk yang memberikan manfaat bagi pertanian dan lingkungan sekitar.

Eco-Action yang diusung oleh Kelompok 5 KKN INSIDA Gresik bertujuan untuk mengajak masyarakat Dusun Jubel untuk memulai aksi nyata dalam pengelolaan lingkungan. Dengan memanfaatkan sumber daya yang ada di sekitar, diharapkan masyarakat dapat menghasilkan manfaat tambahan bagi lingkungan dengan cara yang sederhana namun berdampak besar.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya menjalankan tugas KKN, tetapi juga berperan sebagai agen perubahan dalam membangun kesadaran lingkungan dan pemahaman akan pentingnya pengelolaan sampah. Semoga, inisiatif ini dapat terus berkembang dan menjadi contoh bagi masyarakat lainnya dalam memanfaatkan limbah rumah tangga secara efektif dan berkelanjutan.

Source link