Berita  

Sumur Minyak Rakyat Gandu: Keluhkan Koordinasi Distribusi

Sumur Minyak Rakyat di Desa Gandu Blora Kembali Beroperasi setelah Mengalami Kendala Koordinasi

Penampakan sumur minyak rakyat di Dukuh Gendono Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, telah menjadi sorotan akhir-akhir ini. Pengelola sumur minyak rakyat tersebut, Minyak Gandu Blora (MGB), dikabarkan telah memiliki izin lengkap sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025 untuk melakukan aktivitas pengeboran, penampungan, dan penjualan minyak.

Pengusaha Keluhkan Kendala Koordinasi dalam Distribusi

Meski telah mengantongi izin lengkap, pemilik MGB, Suyono, mengungkapkan bahwa proses distribusi hasil produksi minyak masih mengalami kendala koordinasi dengan pengurus lokal. Aktivitas sumur minyak di Desa Gandu sempat berhenti selama tiga minggu terakhir namun kini telah kembali berjalan dengan proses penambangan dan pengambilan minyak dari sumur yang kembali dilakukan.

Suyono menyatakan bahwa dari tiga titik sumur yang dimilikinya, hanya satu sumur yang aktif beroperasi saat ini. Namun, ia mengaku bahwa proses distribusi minyak, terutama saat hendak mengirim sampel ke Pertamina, masih mengalami hambatan karena dihadang oleh pengurus lokal dengan alasan sudah melakukan koordinasi dengan pihak tertentu.

Mencari Solusi Melalui Forum Mediasi Terbuka

Suyono mengungkapkan kekecewaannya karena legalitas usaha yang dimilikinya tidak diakui sepenuhnya di lapangan. Ia berharap adanya forum mediasi terbuka yang melibatkan semua pihak untuk menyelesaikan masalah distribusi dan pengakuan legalitas secara bersama-sama.

Kawasan sumur minyak rakyat di Desa Gandu dilaporkan memiliki potensi produksi yang cukup besar, dengan sekitar 30 sumur yang ada dan 15 di antaranya masih aktif berproduksi dengan total produksi mencapai 30 ton minyak per hari. Untuk itu, tata kelola distribusi yang transparan dan pengawasan yang jelas sangat diperlukan guna menghindari konflik di tengah masyarakat.

Source link