Konser Denny Caknan di Gresik Menuai Kritik Tajam, Pemda Dinilai Tidak Peka terhadap Penderitaan Warga
Performa Denny Caknan dalam konser Pagelaran Seni dan Olahraga (Seniora) di Kabupaten Gresik yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Pahlawan menimbulkan gelombang kritik dari warga. Hal ini disebabkan oleh situasi banjir yang masih melanda Gresik Selatan selama beberapa hari terakhir. Warga menilai bahwa pemerintah daerah kurang peka terhadap kondisi tersebut.
Konser yang dihelat di halaman kantor Bupati Gresik pada Jumat malam tersebut dianggap tidak tepat mengingat kondisi krisis yang sedang terjadi di daerah tersebut. Warga yang terdampak banjir merasa bahwa acara tersebut terasa tidak pantas di tengah-tengah situasi bencana yang mereka alami. Mereka merasa bahwa pemerintah lebih memilih untuk menjaga citra dengan menggelar konser besar-besaran daripada fokus menangani bencana yang terjadi setiap tahun.
Kritik juga dilontarkan terhadap respons pemerintah yang dianggap tidak serius menangani banjir. Konser yang dihadiri ribuan orang dengan segala pernak-perniknya seperti damar kurung, flashmob, dan doorprize dianggap sebagai bentuk pelepasan citra semata. Hal ini menimbulkan kekecewaan di kalangan warga yang merasa bahwa prioritas pemerintah tidak tepat.
Di tengah kritik yang dilayangkan warga, Bupati Gresik menyebut konser tersebut sebagai bentuk apresiasi kepada seniman nasional. Namun, banyak yang menganggap bahwa hal ini tidak pantas mengingat masih banyaknya warga yang terdampak banjir dan mengungsi. Situasi banjir yang semakin meluas di beberapa kecamatan membuat banyak masyarakat mempertanyakan prioritas Pemerintah Kabupaten Gresik dalam mengalokasikan sumber daya.
Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak terkait terkait konser kontroversial ini. Warga terdampak banjir berharap bahwa pemerintah bisa lebih fokus dalam menangani bencana yang terjadi di daerah mereka. Kritik yang tajam terus mengalir, menyoroti ketidakpekaan pemerintah terhadap kondisi darurat yang sedang dihadapi oleh warga Gresik Selatan.












