Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep mencatat penurunan signifikan angka kematian akibat penyakit tuberkulosis (TBC) meski jumlah kasus baru masih tinggi pada tahun 2025. Menurut Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Dinkes P2KB Sumenep, Achmad Syamsuri, terdapat 2.294 kasus baru TBC di tahun 2025. Meskipun angka kasus TBC masih cukup tinggi, jumlah kematian akibat penyakit tersebut berhasil ditekan menjadi 53 kasus, jauh lebih rendah dibanding tahun sebelumnya.
Syamsuri mengungkapkan bahwa trend kasus TBC memang fluktuatif, namun penurunan angka kematian yang signifikan menandakan adanya peningkatan kesadaran masyarakat untuk segera berobat dan mendeteksi dini. Hal ini bisa terjadi karena perubahan perilaku masyarakat yang lebih cepat memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan saat muncul gejala awal TBC. Dinkes P2KB Sumenep juga aktif melibatkan kader kesehatan di setiap desa untuk melakukan edukasi, pemantauan, dan pendampingan pasien secara langsung.
Kolaborasi antara tenaga kesehatan, kader desa, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menekan risiko penularan serta menurunkan angka kematian akibat TBC di Sumenep. Diharapkan tren positif ini terus berlanjut agar Sumenep dapat berkontribusi pada target nasional eliminasi TBC tahun 2030. Upaya edukasi dan pemantauan yang dilakukan sama pentingnya dengan peran masyarakat dalam mencegah penyebaran dan mengurangi dampak kematian akibat penyakit ini di Sumenep.












