Bos Qualcomm Ungkap Nasib Harga HP di Tengah Kelangkaan Memori

Kenaikan harga smartphone di tengah kelangkaan memori belum menunjukkan arah yang pasti. Executive Vice President sekaligus Chief Marketing and Product Officer (EVP dan CMP) Qualcomm Incorporated, Don McGuire, mengatakan dirinya belum dapat memprediksi apakah harga ponsel akan terus meningkat. Namun, ia berharap tekanan tersebut mulai mereda pada akhir 2027 atau awal 2028.

“Saya tidak bisa memprediksi apakah harga akan terus meningkat. Kami berharap tidak, tetapi saya tidak bisa memprediksinya,” kata Don dalam acara Snapdragon Partners & Media Event Indonesia 2026 di Jakarta, Kamis (1/10).

Permintaan perangkat tetap tinggi

Menurut Don, ketidakpastian harga tidak mengurangi permintaan terhadap perangkat. Ia menyebut kebutuhan terhadap smartphone masih tinggi, terutama karena industri mulai beralih menuju era agentic AI. Peralihan itu mendorong Qualcomm untuk memastikan sebanyak mungkin perangkat dapat tersedia bagi konsumen.

“Yang bisa saya katakan adalah kami terus melihat demand (perangkat) yang tinggi karena adanya peralihan menuju agentic AI,” ujarnya.

Don menjelaskan, kenaikan harga smartphone pada dasarnya dapat dipengaruhi sejumlah faktor yang lazim dalam industri. Produsen seperti Samsung, Oppo, Xiaomi, maupun perusahaan lain biasanya menetapkan harga berdasarkan pembaruan yang dibawa oleh perangkat baru.

Pembaruan tersebut dapat berupa kamera yang lebih baik, performa lebih tinggi, fitur yang lebih mumpuni, daya tahan baterai lebih lama, hingga penggunaan material baru. Menurut Don, kenaikan biaya akibat inovasi seperti itu merupakan hal yang normal dan terjadi dari tahun ke tahun di sejumlah pasar.

Biaya memori menjadi faktor utama

Situasi saat ini, kata Don, menjadi tidak normal karena biaya memori. Ia menyebut harga komponen tersebut dapat melonjak hingga sekitar 10 kali lipat. Lonjakan itu kemudian memberikan dampak signifikan terhadap biaya produksi ponsel.

“Setiap produsen seperti Samsung, Oppo, Xiaomi atau perusahaan lainnya meluncurkan ponsel baru, mereka menentukan harga perangkat berdasarkan inovasi yang mereka hadirkan. Misalnya, kamera yang lebih baik, fitur yang mumpuni, performa yang lebih tinggi, daya tahan baterai yang lebih lama atau penggunaan material baru,” jelasnya.

“Itu adalah hal yang normal dan terjadi dari tahun ke tahun di beberapa pasar, yang menyebabkan kondisi saat ini menjadi tidak normal adalah biaya memori,” tambah Don.

Ia menilai lonjakan tersebut turut memicu krisis atau kenaikan harga yang lebih tinggi di pasar. Untuk jangka pendek, biaya memori masih menjadi faktor paling menentukan dalam penetapan harga ponsel, dibandingkan kenaikan harga yang berasal dari peningkatan fitur dan inovasi.

Don mengatakan kondisi tersebut belum pernah terjadi sebelumnya. Ia memperkirakan struktur harga dan biaya produksi akan kembali ke pola normal setelah anomali harga memori terkoreksi.

“Ketika anomali harga tersebut terkoreksi, saya pikir kita akan kembali ke kurva harga dan biaya produksi yang normal,” kata Don.

Source link