Berita  

Gapasdap Usul Infrastruktur Ketapang–Gilimanuk Masuk PSN

Lintasan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk kembali berjalan lancar setelah sejumlah langkah operasional dilakukan untuk mengurai kepadatan kendaraan. Dewan Pimpinan Pusat Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (DPP GAPASDAP) menilai kondisi tersebut merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak, sekaligus momentum untuk mempercepat pembenahan infrastruktur.

Ketua Umum DPP GAPASDAP Khoiri Soetomo mengatakan koordinasi antar-stakeholder dan percepatan proses bongkar-muat kapal mulai berdampak pada kelancaran layanan di lintasan Jawa–Bali itu. Apresiasi disampaikan kepada anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono, ASDP, KSOP, BPTD, pemerintah daerah, Organda, Aptrindo, operator kapal, serta seluruh unsur yang terlibat di lapangan.

“Persoalan sebesar Ketapang–Gilimanuk memang tidak mungkin diselesaikan sendiri-sendiri. Kuncinya adalah kolaborasi dan bergerak bersama,” ujar Khoiri, Kamis (1/10/2026).

Kelancaran perlu dijaga sebelum periode padat

Menurut Khoiri, kelancaran yang telah kembali tercapai harus dipertahankan untuk memulihkan kepercayaan masyarakat dan pelaku usaha terhadap layanan penyeberangan. Ia berharap masyarakat kembali menggunakan lintasan tersebut sehingga permintaan yang sempat menurun dapat pulih dan terus meningkat.

GAPASDAP meminta pembenahan fasilitas tidak menunggu hingga antrean panjang kembali terjadi. Sejumlah pekerjaan yang didorong untuk dipercepat meliputi penyatuan dan optimalisasi dermaga plengsengan di Ketapang, pelebaran fasilitas Landing Craft Machine (LCM) di Gilimanuk, serta perbaikan dan optimalisasi fasilitas di Bulusan.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menghadapi potensi kenaikan volume kendaraan, terutama pada periode Natal dan Tahun Baru serta Lebaran. GAPASDAP juga meminta pengelola kepelabuhanan, pemerintah, dan instansi terkait mempercepat koordinasi agar pekerjaan yang diperlukan untuk menambah kapasitas layanan tidak tertunda.

“Kita jangan menunggu sampai antrean panjang terjadi kembali baru bergerak. Infrastruktur harus dipersiapkan sebelum demand mencapai puncaknya,” kata Khoiri.

Diusulkan masuk Program Strategis Nasional

Untuk penyelesaian jangka panjang, GAPASDAP mengusulkan kepada Presiden dan pemerintah pusat agar pengembangan infrastruktur penyeberangan Ketapang–Gilimanuk dipertimbangkan masuk dalam Program Strategis Nasional (PSN). Usulan itu dikaitkan dengan peran lintasan tersebut dalam konektivitas Jawa–Bali, termasuk untuk mobilitas masyarakat, distribusi logistik, pariwisata, dan kegiatan ekonomi.

Khoiri menilai persoalan di Ketapang–Gilimanuk tidak cukup ditangani setiap kali antrean muncul. Infrastruktur, menurut dia, perlu dirancang berdasarkan proyeksi pertumbuhan kendaraan, logistik, pariwisata, dan aktivitas ekonomi dalam jangka panjang.

“Ketapang–Gilimanuk adalah urat nadi konektivitas Jawa–Bali. Infrastruktur pelabuhannya harus dirancang bukan hanya untuk kebutuhan hari ini, tetapi untuk kebutuhan 10, 20 bahkan 30 tahun ke depan,” ujarnya.

Kapal besar harus didukung kesiapan dermaga

GAPASDAP juga menilai penambahan kapal berukuran besar bukan satu-satunya cara meningkatkan kapasitas layanan. Kapal besar dan kecil dinilai sama-sama dibutuhkan karena dapat disesuaikan dengan kondisi operasional dan tingkat permintaan kendaraan.

Pada periode padat, kapal berkapasitas besar dapat dioptimalkan untuk mengangkut lonjakan kendaraan. Ketika permintaan menurun, kapal berkapasitas lebih kecil dapat digunakan sesuai kebutuhan. Namun, penambahan armada harus berjalan beriringan dengan penguatan kapasitas, kekuatan, dan konektivitas dermaga.

“Jangan sampai kapalnya tersedia tetapi tidak dapat beroperasi karena keterbatasan dermaga,” tutur Khoiri.

Ia merangkum penanganan lintasan tersebut dalam tiga tahap: menjaga kelancaran operasi, meningkatkan kapasitas dermaga, dan membangun infrastruktur terintegrasi untuk kebutuhan jangka panjang. GAPASDAP menyatakan akan terus menyampaikan kondisi lapangan kepada masyarakat, memberi masukan kepada pemerintah, dan berkomunikasi dengan seluruh stakeholder demi keselamatan, kelancaran, dan keberlanjutan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk.

Source link