Sebanyak 30 guru matematika SMP dari perwakilan setiap komisariat daerah (Komda) di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, mengikuti Diklat Pembelajaran Mendalam Berbasis Kelompok. Kegiatan tersebut digelar oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika SMP di Aula SMP Negeri 3 Cilacap.
Diklat berlangsung dalam dua pertemuan, yakni pada 23 dan 30 September 2026. Penutupan kegiatan dilaksanakan pada Rabu, 30 September 2026, dengan menghadirkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap, Paiman, serta Instruktur Nasional Matematika, Wahib Suprapto, sebagai narasumber.
Perkuat Pembelajaran Matematika yang Kontekstual
Ketua MGMP Matematika SMP, Sugiono, mengatakan pelatihan dirancang untuk memberi pemahaman kepada guru mengenai penerapan pembelajaran mendalam yang menggembirakan. Pendekatan tersebut juga diarahkan agar pembelajaran matematika lebih kontekstual dan sesuai dengan pengalaman belajar siswa.
“Setelah Diklat nanti setiap peserta di komda masing-masing untuk memberikan pengimbasan kepada guru matematika di komdanya,” ujar Sugiono saat penutupan diklat, Rabu (30/9/2026).
Menurut dia, peserta juga dibekali pemahaman agar mampu menjadi guru matematika yang adaptif dan inovatif. Materi pelatihan berorientasi pada penguatan konsep pembelajaran mendalam, sehingga guru dapat mengintegrasikan pembelajaran matematika tingkat lanjut dengan strategi pedagogis yang interaktif, kontekstual, serta berbasis pemecahan masalah.
Penguatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada peserta yang mengikuti diklat. Setelah kembali ke komda masing-masing, para guru diharapkan meneruskan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh kepada guru matematika lainnya.
Peserta Diminta Berkolaborasi Menerapkan Desain Pembelajaran
Sugiono menyampaikan, pemahaman selama diklat dapat menjadi sarana untuk mengembangkan praktik baik dalam pembelajaran matematika. Guru diharapkan mampu berperan sebagai fasilitator yang inspiratif dan merancang pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa.
“Harapannya guru menjadi fasilitator inspiratif yang mampu merancang pengalaman belajar bermakna, sedemikian hingga guru lebih aktif berinovasi dan saling mendukung peningkatan mutu pembelajaran matematika secara berkelanjutan,” ujar Sugiono.
Untuk menjaga keberlanjutan hasil pelatihan, peserta akan menjalankan tugas mandiri setelah diklat. Dalam proses tersebut, mereka diminta berkolaborasi menerapkan desain pembelajaran yang telah dipahami dan mengembangkannya menjadi praktik baik di lingkungan masing-masing.
“Dalam tugas mandiri setelah diklat, mereka untuk berkolaborasi menerapkan desain pembelajaran agar menghasilkan praktik baik. Pada akhirnya, hasil asesmen pembelajaran matematika lebih meningkat,” kata Sugiono.












