Aktivis lingkungan Lilik Yuliantoro, yang dikenal dengan sapaan Mat Tohek, menempuh perjalanan jalan kaki mundur dari kawasan Candi Gedong Songo, Kabupaten Semarang, menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah di Semarang. Aksi tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Tani 2026 yang digelar Aliansi Jateng Guyub pada 22–24 September 2026.
Lilik memulai aksinya pada Rabu (23/9/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. Warga dan tokoh masyarakat di sekitar kawasan Candi Gedong Songo turut menyambut perjalanan tersebut. Pada Kamis (24/9/2026), Lilik menyampaikan bahwa aksi itu dilakukan sebagai bagian dari agenda Jateng Guyub yang mengusung tema “Kedaulatan Pangan untuk Kesejahteraan”.
Aspirasi warga lereng Gunung Ungaran
Koordinator Jateng Guyub Eksi Wijaya mengatakan, aksi Lilik menjadi salah satu cara untuk menyampaikan aspirasi masyarakat di lereng Gunung Ungaran. Warga menyoroti rencana pengembangan proyek panas bumi atau geothermal di kawasan tersebut.
Menurut Eksi, lokasi yang tercantum dalam data Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) untuk rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran berdampingan dengan kawasan Candi Gedong Songo. Kawasan itu disebut memiliki nilai penting bagi masyarakat setempat.
Perhatian Jateng Guyub tidak hanya tertuju pada aspek budaya Candi Gedong Songo. Mereka juga menyoroti keberadaan sejumlah sumber mata air di lereng Gunung Ungaran yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat, terutama warga yang menggantungkan penghasilan pada sektor pertanian.
“Keberadaan sumber mata air sangat penting bagi kehidupan dan pertanian masyarakat,” kata Eksi.
Rangkaian aksi dari lereng Gunung Lawu
Selain aksi jalan kaki mundur dari Gedong Songo, rangkaian kegiatan Jateng Guyub diawali lari maraton sejauh 150 kilometer. Aksi itu dilakukan warga lereng Gunung Lawu dari Kabupaten Karanganyar menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah di Semarang.
Peserta maraton juga menyuarakan aspirasi masyarakat terkait rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Lawu. Dengan demikian, rangkaian aksi tersebut membawa isu dari dua wilayah pegunungan, yakni lereng Gunung Ungaran dan Gunung Lawu.
Pertemuan di Kantor Gubernur Jawa Tengah
Pada 24 September 2026, peserta aksi dari kedua wilayah tersebut dijadwalkan bertemu di Kantor Gubernur Jawa Tengah. Pertemuan itu juga melibatkan petani, buruh, nelayan, mahasiswa, serta jaringan masyarakat sipil.
Jateng Guyub meminta pemerintah mempertimbangkan dampak setiap proyek pembangunan terhadap ruang hidup masyarakat. Mereka juga menekankan agar pembangunan tidak mengorbankan lingkungan, lahan pertanian, dan sumber penghidupan warga.












