DPD PDI Perjuangan Jawa Timur memulai konsolidasi struktural di kawasan Tapal Kuda dengan menjadikan Situbondo sebagai lokasi awal. Kegiatan yang berlangsung di kawasan bersejarah Besuki, Jumat (18/9/2026), itu tidak hanya diarahkan untuk memperkuat organisasi, tetapi juga disertai penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat setempat.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Deni Wicaksono mengatakan, konsolidasi tersebut menjadi bagian dari upaya menyatukan gerak kepengurusan partai hingga tingkat akar rumput. Jajaran DPD, DPC, PAC, dan anak ranting didorong untuk bekerja dalam visi yang sama serta memperkuat hubungan dengan masyarakat.
“Ini menjadi momentum penting bagi kami untuk memastikan seluruh mesin partai, mulai dari tingkat DPD, DPC, PAC, hingga anak ranting, bergerak dalam satu kesatuan rasa dan visi. Kami ingin merajut silaturahmi yang erat dengan akar rumput,” ujar Deni.
Konsolidasi berlanjut ke Banyuwangi
Menurut Deni, kehadiran pengurus provinsi di daerah seperti Situbondo merupakan bentuk komitmen partai agar aktivitas organisasi tidak terpusat di wilayah perkotaan atau pusat pemerintahan. Setelah Situbondo, rangkaian konsolidasi dijadwalkan berlanjut ke Kabupaten Banyuwangi dan kemudian dilaksanakan di seluruh wilayah Jawa Timur secara berkesinambungan.
Ia menyebut PDI Perjuangan secara prinsip telah menyiapkan diri menghadapi agenda elektoral mendatang, baik pemilihan legislatif maupun pemilihan kepala daerah. Untuk saat ini, partai memusatkan perhatian pada penguatan mesin organisasi dan kegiatan turun langsung menyapa warga.
Dalam kaitannya dengan kontestasi Pemilihan Gubernur Jawa Timur, Deni menyatakan target partai adalah meraih kemenangan strategis. Ia menilai PDI Perjuangan memiliki sejumlah kader yang berpengalaman memimpin daerah, antara lain Eri Cahyadi di Surabaya, Hanindhito Himawan Pramana di Kediri, Mochamad Nur Arifin di Trenggalek, dan Achmad Fauzi di Sumenep.
Kehadiran Eri Cahyadi di Situbondo, kata Deni, merupakan dukungan moral dari sesama pengurus DPD PDI Perjuangan Jawa Timur. “Kami memiliki banyak figur potensial, dan kami mendorong mereka untuk berlomba-lomba menghadirkan kemaslahatan nyata agar kelak kepemimpinan mereka diterima secara luas oleh masyarakat,” katanya.
Tegaskan dukungan untuk pilkada langsung
Di tengah wacana pengalihan mekanisme pemilihan gubernur melalui DPRD, Deni menegaskan sikap PDI Perjuangan yang tetap mendukung pemilihan kepala daerah secara langsung. “Sikap kami sangat jelas dan konsisten. PDI Perjuangan tetap berada di garis depan mendukung pemilihan kepala daerah secara langsung oleh rakyat,” ujarnya.
DPD PDI Perjuangan Jawa Timur juga menyatakan akan mengawal isu kesejahteraan tenaga honorer, termasuk teknis pengaturan PPPK paruh waktu agar dapat diakomodasi menjadi penuh waktu melalui dukungan APBN yang tengah dibahas bersama DPR RI.
Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Situbondo Andi Handoko menyampaikan bahwa restrukturisasi organisasi di daerahnya kini melibatkan lebih banyak kelompok perempuan dan generasi muda. Keterlibatan perempuan mencapai 34 persen, sedangkan anggota berusia di bawah 35 tahun mencapai 44 persen.
Andi berharap perubahan struktur tersebut dapat meningkatkan perolehan suara partai sekaligus menambah jumlah kursi PDI Perjuangan di DPRD Situbondo pada Pemilu 2029. Ia menyebut, pada Pemilu 2024, PDI Perjuangan menjadi satu-satunya fraksi di DPRD Situbondo yang mencatatkan penambahan kursi.
“Target kami ke depan adalah menempatkan kader di setiap daerah pemilihan (dapil), termasuk mendorong keterwakilan perempuan yang lebih besar di parlemen. Tentu pada akhirnya, keputusan akhir dan mandat tertinggi berada di tangan rakyat sebagai pemegang kedaulatan,” kata Andi.












