Jaringan gas bumi (jargas) untuk rumah tangga di Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, telah rampung dibangun dan kini menunggu pengoperasian. Infrastruktur tersebut akan melayani 7.363 Sambungan Rumah (SR) yang tersebar di enam desa, yakni Domas, Bringkang, Boteng, Putatlor, Gadingwatu, dan Sidojangkung.
Kepala Staf Presiden Dudung Abdurachman mengecek kesiapan jaringan itu pada Jumat (18/9/2026). Peninjauan tersebut dilakukan sebagai bagian dari pengawalan program prioritas nasional di bidang energi.
Ditujukan untuk rumah tangga dan UMKM
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, pembangunan jargas di Menganti diusulkan karena kebutuhan energi rumah tangga dan aktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah tersebut cukup besar. Penggunaan jaringan gas diharapkan dapat menekan biaya energi masyarakat yang selama ini menggunakan LPG tabung.
“Kita mengusulkan ini karena ingin menghemat biaya masyarakat. Penggunaan LPG tabung dikonversi menjadi gas alam yang tarifnya lebih murah,” kata Fandi.
Menurut dia, sejumlah UMKM di Kecamatan Menganti membutuhkan pasokan gas untuk menunjang kegiatan produksi. Usaha tersebut antara lain produksi kecambah di Desa Hulaan, pemotongan ayam di Desa Mboro, serta industri logam di Laban.
“Terutama bagi UMKM. Mereka sangat membutuhkan gas untuk kegiatan produksi. Lebih efektif dan lebih murah menggunakan jaringan gas ini,” ujarnya.
Fandi berharap pengoperasian jargas segera dilakukan dengan tarif yang terjangkau. Ia juga meminta informasi mengenai layanan dan tarif disosialisasikan secara jelas kepada warga. Pemerintah Kabupaten Gresik mendorong agar pembangunan jaringan serupa dapat diperluas ke desa-desa lain.
“Dua atau tiga tahun lalu kita membangun di Kecamatan Cerme, sekarang bergeser ke Menganti. Mudah-mudahan kita bisa mengajukan lagi untuk desa yang lain,” kata Fandi.
Pemkab Gresik, lanjutnya, telah memberikan dukungan sejak tahap pembangunan. Dukungan itu mencakup pengurusan perizinan karena jaringan melintasi jalan kabupaten, penyediaan sarana dan prasarana, serta sosialisasi bersama pemerintah desa.
“Ini sudah kita lakukan, tinggal operasionalnya,” tuturnya.
Masih menunggu pengelola dan kepastian tarif
Dudung menyebut pengecekan dilakukan untuk memastikan kesiapan jargas sebagai bagian dari upaya mendorong kemandirian energi nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap LPG impor. Secara nasional, pembangunan jargas pada 2025-2026 ditargetkan mencapai 119.379 sambungan rumah di 15 kabupaten/kota. Dari target tersebut, Gresik memperoleh pembangunan sebanyak 7.363 SR pada tahap ini.
Sejumlah persyaratan menuju pengoperasian, termasuk persetujuan lingkungan dan rekomendasi teknis, disebut telah diselesaikan. Namun, percepatan masih diperlukan untuk menetapkan badan usaha pengelola, mengurus perizinan niaga gas, memastikan alokasi gas, serta menyiapkan tarif yang terjangkau bagi masyarakat.
“Pembangunan adalah separuh pekerjaan. Separuh lainnya adalah memastikan jaringan ini melayani masyarakat setiap hari,” ujar Dudung.
Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Jargas Kementerian ESDM Agung Kuswandono mengapresiasi dukungan Pemkab Gresik, terutama dalam perizinan dan aspek sosial di tengah masyarakat. Ia menilai Gresik masih memiliki peluang untuk memperluas jaringan karena daerah tersebut merupakan penghasil gas dan memenuhi kriteria pengembangan jargas.
“Memungkinkan untuk kita kembangkan lagi. Selain dukungan Pemerintah Daerah yang bagus, Gresik ini penghasil gas dan memenuhi kriteria untuk pengembangan Jargas,” kata Agung.
Sebelum pembangunan tahap terbaru di Menganti, jargas di Kabupaten Gresik telah melayani 10.895 SR yang tersebar di Kecamatan Cerme, Gresik, Manyar, dan Kebomas. Pada Januari 2026, Pemkab Gresik juga mengusulkan perluasan potensi pelanggan di Kecamatan Menganti hingga 14.823 SR kepada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi.
Warga Desa Domas berharap layanan tersebut tidak hanya memberikan kemudahan akses energi, tetapi juga ditunjang tarif yang konsisten dan perawatan infrastruktur secara berkelanjutan. “Dengan adanya gas ini kita merasa lebih ringan. Harapan warga, harganya tetap murah, bukan hanya di awal tetapi seterusnya,” ujarnya.












