Trump: Kekhawatiran soal Bahaya AI Terlalu Berlebihan

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak seruan untuk memperlambat pengembangan kecerdasan buatan (AI). Ia menilai kekhawatiran yang berkembang mengenai ancaman teknologi tersebut terlalu negatif dan menyoroti risiko yang menurutnya belum tentu terjadi.

Pandangan itu disampaikan Trump kepada wartawan ketika berkunjung ke Irlandia pada Minggu (13/9). Komentarnya muncul saat tekanan terhadap perusahaan-perusahaan AI meningkat, terutama terkait pengawasan dan keselamatan dalam pengembangan model yang semakin canggih.

“Saya pikir ada banyak kekuatan negatif yang mengangkat hal-hal yang seharusnya tidak perlu diangkat, dan mereka mengangkat hal-hal yang tidak akan terjadi,” kata Trump, seperti dikutip AFP.

Peneliti AI memperingatkan risiko fatal

Perdebatan mengenai laju pengembangan AI menguat beberapa hari sebelum pernyataan Trump. Peneliti AI Jacob Coxon memutuskan keluar dari industri tersebut, lalu melontarkan kritik terhadap dua mantan tempat kerjanya, OpenAI dan Anthropic.

Coxon menuduh kedua perusahaan itu “mempertaruhkan hidup kita” dalam persaingan untuk menciptakan model AI yang mampu meningkatkan kemampuannya sendiri. Ia menilai orang-orang yang terlibat langsung dalam pengembangan teknologi tersebut juga menyadari adanya risiko yang sangat serius.

“Orang-orang yang membangun AI dengan sungguh-sungguh percaya bahwa teknologi ini bisa membunuh kita semua pada akhir dekade,” tulis Coxon melalui platform X.

Pernyataan tersebut kemudian mendapat tanggapan dari sejumlah pemimpin perusahaan AI. Respons mereka menunjukkan bahwa kekhawatiran terhadap sistem komputer supercerdas juga menjadi perhatian di kalangan pelaku utama industri, meski Trump menganggap banyak peringatan yang disampaikan terlalu berlebihan.

Para bos perusahaan sepakat laju pengembangan perlu diperlambat

CEO Anthropic Dario Amodei pada Sabtu (12/9) menyerukan agar perusahaan-perusahaan memperlambat pengembangan AI. Seruan itu disampaikan seiring meningkatnya kekhawatiran mengenai risiko yang dapat ditimbulkan oleh sistem komputer dengan kecerdasan sangat tinggi.

Penilaian Amodei kemudian memperoleh dukungan dari CEO OpenAI Sam Altman serta pemilik xAI, Elon Musk. Keduanya menyatakan sependapat dengan pandangan Amodei mengenai perlunya memperlambat laju pengembangan teknologi tersebut.

Desakan agar perusahaan memperkuat pengawasan terus bertambah bersamaan dengan kemajuan model-model AI. Isu keselamatan pun tidak hanya muncul dalam perdebatan publik, tetapi juga memengaruhi keputusan bisnis perusahaan pengembang teknologi itu.

Dalam wawancara yang dirilis pada Sabtu (12/9), Altman mengatakan OpenAI tidak akan menggelar penawaran umum perdana saham atau IPO pada tahun ini. Ia menyebut kekhawatiran mengenai keselamatan sebagai salah satu alasan di balik keputusan tersebut.

Source link