Berita  

Kebakaran di Sumenep: Laporkan 94 Kasus dalam 3 Bulan Terakhir

Kebakaran di Sumenep Capai 94 Laporan selama Tiga Bulan Terakhir

Menjelang akhir 2026, Kabupaten Sumenep menghadapi tantangan serius terkait kebakaran. Sebanyak 94 laporan kebakaran telah tercatat melalui call center 112 selama tiga bulan terakhir, mulai dari Juni hingga Agustus 2026. Meski mayoritas kejadian terjadi pada lahan, namun kebakaran dipicu oleh berbagai faktor lain yang memperparah situasi.

Laporan Meningkat Signifikan

Data yang dihimpun dari call center 112 menunjukkan bahwa terdapat 27 laporan kebakaran pada bulan Juni, kemudian menurun menjadi 23 laporan pada bulan Juli, namun melonjak cukup signifikan pada bulan Agustus dengan 44 laporan. Kondisi ini menunjukkan eskalasi kebakaran yang mengkhawatirkan selama kurun waktu tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Sumenep, Kamiluddin, menegaskan bahwa kebakaran merupakan kejadian yang cukup sering dilaporkan oleh masyarakat belakangan ini. Terutama di tengah musim kemarau yang berpotensi membuat api dengan mudah merembet dan merusak lebih banyak area.

Masyarakat Diimbau untuk Waspada

Meskipun sebagian besar kebakaran lahan disebabkan oleh aktivitas pembakaran yang tidak terkendali, namun BPBD Sumenep juga mencatat adanya kejadian kebakaran akibat korsleting listrik, seperti yang terjadi di SDN Bahaban. Hal ini menunjukkan pentingnya kesadaran masyarakat dalam mengelola api secara bijak dan bertanggung jawab.

Imbauan untuk meningkatkan kewaspadaan telah disampaikan melalui edaran Bupati Sumenep kepada para camat, yang diharapkan juga dapat diteruskan kepada kepala desa. Masyarakat diminta untuk lebih berhati-hati dalam setiap aktivitas yang melibatkan api, terutama dalam kondisi kemarau yang masih berlangsung.

Seiring dengan meningkatnya jumlah laporan kebakaran, langkah pencegahan yang lebih proaktif perlu dilakukan agar kejadian serupa dapat diminimalisir di masa mendatang. Kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga lingkungan dan kelestarian alam menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan ini.

Source link