Festival Dolanan Anak Nusantara di SMP Pius Cilacap: Memperkenalkan Kearifan Lokal Lewat Permainan Tradisional
Pada hari Kamis, 13 Agustus 2026, halaman SMP Pius Cilacap dipenuhi oleh ratusan siswa yang sedang asyik bermain aneka permainan tradisional. Mereka terlihat antusias dan seru saat bermain dalam kegiatan Festival Dolanan Anak Nusantara.
Menanamkan Nilai-nilai Lokal Melalui Permainan Tradisional
Festival ini merupakan bagian dari pembinaan karakter yang dilakukan oleh sekolah, dimana siswa kelas 7 hingga 9 dibagi menjadi 15 kelompok untuk bermain permainan tradisional. Thomas Sutasman, Bagian Kesiswaan SMP Pius Cilacap, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan permainan tradisional Nusantara kepada anak-anak dan menanamkan nilai-nilai luhur serta kearifan lokal.
Di tengah era digitalisasi seperti sekarang, kegiatan semacam ini penting untuk melestarikan permainan tradisional agar tidak punah. Thomas berharap agar melalui kegiatan ini, anak-anak dapat belajar gotong-royong, asah otak, kejujuran, sportivitas, dan kesetiakawanan sosial.
Permainan Tradisional yang Dimainkan
Dalam festival tersebut, siswa memainkan berbagai permainan tradisional seperti engklek, dam-daman, egrang, bekel, bakiak, tusuk lidi, lompat tali, dakon, gundu, kelereng, ze-ze, dan lompat batu. Guru-guru di SMP Pius Cilacap turut serta menjadi pemandu dalam permainan ini.
Antusiasme siswa terhadap permainan tradisional ini membuat pihak sekolah akan mengadakan kegiatan serupa di masa depan dengan permainan tradisional yang berbeda. Mereka juga mendorong sekolah lain di Cilacap untuk melakukan kegiatan serupa demi melestarikan kearifan budaya.
Secara keseluruhan, kegiatan Festival Dolanan Anak Nusantara di SMP Pius Cilacap tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memperkaya wawasan siswa tentang budaya lokal dan mengajarkan nilai-nilai penting melalui permainan tradisional.












