Siswi SMK YPT Tegal Dikeroyok di Perempatan Jalan Setiabudi
Pekan terakhir sebelum liburan sekolah berakhir mencekam bagi SAB (17), seorang siswi SMK YPT Kota Tegal. Kejadian tersebut terjadi saat dia dikeroyok oleh sekelompok pelajar di perempatan Jalan Setiabudi pada Jumat (31/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB.
Korban langsung dilarikan ke RS Mitra Siaga untuk dilakukan visum setelah kejadian tersebut. Menurut keluarganya, para pelaku diduga berasal dari siswa SMK Muhammadiyah 1 Kota Tegal.
Keluarga Korban Tempuh Jalur Mediasi
Kuasa hukum keluarga korban dari DCF Law Tegal, Adi Jefri Hermanto, menjelaskan bahwa kliennya tidak memiliki konflik sebelumnya dengan terduga pelaku. Kejadian tersebut terjadi tiba-tiba saat SAB pulang sekolah.
Dalam kejadian tersebut, SAB mengalami luka akibat dipukul menggunakan benda tumpul seperti gesper dan helm. Identitas terduga pelaku telah diterima dari pihak sekolah, dan saat ini sedang dalam proses mediasi untuk menyelesaikan permasalahan.
Langkah Preventif dari Pihak Sekolah dan Pemerintah Kota
Kepala SMK Muhammadiyah 1 Kota Tegal, Neneng Fitria Sari, membantah adanya konvoi pelajar setiap Jumat di sekolahnya. Sekolah terus melakukan pembinaan agar siswa memahami risiko dari tindakan yang merugikan diri sendiri dan orang lain.
Koordinasi dengan kepolisian diperkuat untuk pembinaan karakter siswa. Bagi yang terlibat pelanggaran berat, sekolah akan memberlakukan sanksi tegas. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal, Dewi Umaroh, akan membentuk Satgas penanganan tawuran pelajar yang terdiri dari Disdikbud, Polres Tegal Kota, dan Satpol PP.
Satgas ini bertugas memantau titik-titik rawan dan menjalankan patroli bergilir saat jam pulang sekolah dengan pola yang diacak untuk meminimalisir potensi bentrok.












