Berita  

Waduk Mrica Banjarnegara: Ancaman Risiko Jebol dan Alih Fungsi Lahan

Ancaman Sedimentasi di Waduk Mrica, Banjarnegara

Sedimentasi yang menggerus kapasitas tampung Waduk Mrica di Kabupaten Banjarnegara menjadi perhatian serius Pemerintah setempat. Hal ini mengundang keprihatinan karena dapat meningkatkan risiko bencana di wilayah sekitar.

Mitigasi Bencana dan Kecamatan Tangguh Bencana

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Banjarnegara, Junaedi, menyampaikan kekhawatiran terkait kondisi Waduk Mrica yang saat ini hanya memiliki kapasitas tampung sekitar 8% akibat sedimentasi. Untuk mengantisipasi situasi darurat, BPBD Banjarnegara telah memperkuat upaya mitigasi bencana dengan membentuk Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana) di wilayah hilir bendungan.

Jika terjadi skenario terburuk berupa jebolnya bendungan, dampaknya dapat merambah empat kabupaten sekitarnya, yaitu Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, dan Cilacap. Oleh karena itu, langkah-langkah mitigasi dan kesiapsiagaan menjadi prioritas utama dalam menghadapi potensi bencana tersebut.

Aksi Penanganan Penyebab Sedimentasi

Junaedi menjelaskan bahwa meningkatnya sedimentasi dipicu oleh alih fungsi lahan di kawasan hulu, terutama untuk pertanian kentang dan salak. Erosi yang tinggi akibat pembukaan lahan menyebabkan material tanah terbawa aliran sungai dan mengendap di Waduk Mrica, menurunkan kapasitas tampungnya dengan cepat.

Pemerintah Kabupaten Banjarnegara telah mengusulkan penyedotan sedimentasi menggunakan pipa berukuran besar sebagai salah satu langkah untuk menangani masalah ini. Diharapkan tindakan tersebut dapat mengurangi endapan tanah di dasar waduk sehingga kapasitas tampung air dapat meningkat kembali.

Selain upaya teknis, peningkatan kesiapsiagaan masyarakat melalui program Kecamatan Tangguh Bencana juga dianggap penting untuk meminimalkan risiko bencana di masa mendatang. Semua pihak perlu bekerja sama dalam menjaga keberlangsungan Waduk Mrica agar dapat terus berfungsi dengan baik.

Source link