Kemacetan di Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk Menjadi Perhatian Serius
Antrean kendaraan yang panjang di lintas penyeberangan Ketapang-Gilimanuk belakangan ini mengundang perhatian dari DPP Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (GAPASDAP). Mereka menilai bahwa kondisi tersebut merupakan bukti nyata akan perlunya peningkatan kapasitas pelabuhan dan dermaga di jalur vital yang menghubungkan Pulau Jawa dan Bali.
Hambatan Kapasitas Infrastruktur di Pelabuhan
Ketua Umum DPP GAPASDAP, Khoiri Soetomo, menyatakan bahwa kemacetan yang terjadi bukan disebabkan oleh kurangnya jumlah kapal yang beroperasi. Saat ini, sekitar 56 kapal telah mendapat izin operasi, namun keterbatasan dermaga membuat hanya separuh dari jumlah tersebut yang dapat beroperasi secara maksimal setiap hari.
Menurut Khoiri, masalah tersebut merupakan indikasi bahwa infrastruktur penyeberangan nasional harus segera ditingkatkan agar dapat menyesuaikan pertumbuhan ekonomi, pariwisata, dan logistik Indonesia yang terus berkembang dari tahun ke tahun.
Faktor Penyebab Antrean Kendaraan
GAPASDAP menyoroti beberapa faktor yang menyebabkan antrean kendaraan di Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk. Mulai dari peningkatan volume kendaraan logistik, bus, dan kendaraan pribadi selama libur sekolah, keterbatasan kapasitas dermaga untuk kendaraan besar, hingga cuaca dan arus laut yang berpengaruh pada bulan Juni-Juli.
Organisasi ini juga menekankan pentingnya pengembangan infrastruktur penyeberangan jangka panjang, termasuk pembangunan dermaga baru, perluasan kapasitas pelabuhan, optimalisasi dermaga yang ada, penambahan buffer zone kendaraan, dan pengembangan akses jalan ke pelabuhan.
Sebagai salah satu koridor logistik dan pariwisata nasional, lintas Ketapang-Gilimanuk menjadi urat nadi yang tak bisa diabaikan. Dengan peningkatan infrastruktur yang tepat, diharapkan antrean kendaraan dapat berkurang, efisiensi logistik meningkat, biaya distribusi barang menurun, pariwisata semakin berkembang, serta konektivitas antarwilayah dan daya saing ekonomi nasional meningkat.












