Pemicu Banjir Surabaya dalam Musim Kemarau: Analisis BMKG







Banjir Kepung Surabaya di <a href="https://portalberitaantara.net/2026/07/10/alasan-jakarta-dingin-malam-panas-siang-penjelasan-bmkg/">Musim Kemarau</a>, BMKG Ungkap Penyebabnya

Banjir Kepung Surabaya di Musim Kemarau, BMKG Ungkap Penyebabnya

Surabaya, CNN Indonesia — Seiring dengan musim kemarau yang tengah melanda Jawa Timur, kota Surabaya justru dihujani hujan lebat dalam dua hari terakhir. Banjir pun melanda puluhan titik di Kota Pahlawan akibat curah hujan yang tinggi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda telah mengidentifikasi penyebab dari fenomena alam ini.

Hujan Lebat di Musim Kemarau

Prakirawan BMKG Juanda, Bhilda Maulida menjelaskan bahwa kondisi kemarau tidak menutup kemungkinan adanya hujan lebat. Menurutnya, suhu air laut di sekitar Selat Madura yang lebih hangat dari biasanya memicu tingginya kelembapan atmosfer, sehingga memicu hujan lebat di wilayah Surabaya.

Kombinasi pola pergerakan angin di atas Surabaya juga turut memperparah situasi. BMKG Juanda mencatat adanya pola konvergensi atau pertemuan arah angin yang menyebabkan perlambatan kecepatan angin, sehingga mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut.

Situasi Banjir di Surabaya

Banjir pertama terjadi pada Senin subuh dan merendam 17 titik dengan genangan tertinggi mencapai 50 sentimeter di beberapa kawasan. Penanganan banjir sempat terhambat oleh pasang air laut yang menghambat proses pemompaan air.

Banjir kembali terjadi pada Selasa dini hari dan merendam 16 titik dengan ketinggian air bervariasi. Genangan air tersebar di sepuluh kecamatan, termasuk di sekitar fasilitas kesehatan. Meski demikian, BMKG Juanda memperkirakan curah hujan di Surabaya akan berangsur menurun dalam beberapa hari ke depan.

Cuaca Ekstrem

Selain banjir, cuaca ekstrem di Surabaya juga menyebabkan empat pohon tumbang di beberapa titik. Beberapa pohon yang tumbang telah ditangani oleh petugas gabungan dari BPBD dan DLH. Selain itu, satu unit rumah dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian atap di Kecamatan Mulyorejo.

Kejadian ini membuat sejumlah warga terdampak, namun tidak ada laporan korban jiwa atau luka-luka akibat cuaca ekstrem tersebut. Petugas telah memberikan bantuan kepada penghuni rumah yang terdampak kerusakan atap akibat angin kencang.


Source link