Strategi Telkom Menguatkan Bisnis Fiber pasca Batalnya IPO Infranexia

Masa Depan Infranexia Tanpa IPO, Tapi Menggandeng Mitra Strategis

Jakarta – Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, mengungkapkan rencana Infranexia untuk tidak melakukan Initial Public Offering (IPO) namun memilih untuk bermitra dengan mitra strategis. Menurutnya, strategi ini akan membantu Infranexia dalam perkembangannya ke depan.

Dian menjelaskan bahwa kemitraan dengan mitra strategis bukan hanya sebatas investasi finansial, tetapi juga teknologi dan tata kelola yang dapat mempercepat pertumbuhan Infranexia. Saat ini, entitas yang mengelola bisnis fiber Telkom ini memiliki prospek yang cerah karena semakin berkembangnya teknologi yang membutuhkan konektivitas dan bandwidth yang lebih besar.

Perusahaan Infranexia sendiri merupakan anak usaha Telkom yang berfokus pada pengelolaan infrastruktur telekomunikasi, terutama sebagai penyedia jaringan serat optik. Dibentuknya perusahaan ini bertujuan untuk mengonsolidasikan dan mengoptimalkan aset infrastruktur digital nasional agar penetrasi internet menjadi lebih merata dan efisien.

Kebutuhan Konektivitas di Tengah Pertumbuhan Teknologi Baru

Melihat perkembangan teknologi yang semakin pesat, seperti edge computing dan kecerdasan buatan (AI), kebutuhan akan konektivitas yang handal dan aman semakin diperlukan. Dian menyebut bahwa Telkom memiliki keunggulan sebagai pemimpin dalam bidang tersebut, terutama dalam konektivitas berbasis fiber.

Transformasi Telkom Menuju Strategic Holding

Dalam rangka mengoptimalkan nilai dari masing-masing anak usahanya, Telkom tengah bertransformasi menuju model strategic holding. Hal ini bertujuan untuk menciptakan peran yang lebih jelas antara perusahaan induk dan anak usahanya. Telkomsel akan fokus pada layanan bisnis ke konsumen, MitraTel memperluas bisnis menara telekomunikasi, sementara InfraNexia diharapkan menjadi sumber pertumbuhan baru melalui bisnis infrastruktur fiber.

Source link