Restorasi Habitat Batang Toru: Orangutan Tapanuli 800 Ekor

Upaya Pemulihan Ekosistem Batang Toru di Desa Aek Haminjon

Jakarta, CNN Indonesia — Program pemulihan ekosistem Batang Toru memasuki tahap baru di Desa Aek Haminjon, Sumatera Utara. Inisiatif ini bertujuan untuk melindungi Orangutan Tapanuli yang populasinya hanya tersisa sekitar 800 individu di seluruh dunia. Restorasi ini melibatkan masyarakat setempat dan dilakukan di lahan seluas 159 hektare yang terdampak bencana banjir dan longsor pada akhir 2025.

Restorasi Berbasis Komunitas untuk Keberlanjutan Habitat Satwa Liar

Program restorasi yang dilaksanakan oleh Konservasi Indonesia dan Sumatra Rainforest Institute ini, bertujuan untuk memerangi deforestasi dan meningkatkan keberlanjutan sumber daya lingkungan di Desa Aek Haminjon. Model pengelolaan yang berbasis partisipatif ini dirancang untuk mengintegrasikan perlindungan habitat satwa liar dengan kehidupan pertanian masyarakat. Desa Aek Haminjon sendiri memiliki peran penting sebagai penyangga Cagar Alam Dolok Sipirok yang merupakan bagian dari Kawasan Keanekaragaman Hayati Kunci global.

Program Restorasi dan Target Tanam

Restorasi ini menargetkan penanaman 35 ribu hingga 49 ribu batang komoditas utama seperti kopi, karet, cokelat, dan durian. Pemulihan dilakukan di dua zona, yang meliputi area dengan tingkat gangguan tinggi dan rendah. Zona pertama mencakup lahan terbuka dan kebun karet tua, sedangkan zona kedua melibatkan hutan sekunder yang memerlukan intervensi vegetasi.

Tujuan dari restorasi ini adalah untuk meningkatkan kualitas ekologi tanpa mengorbankan ketahanan pangan masyarakat setempat. Diharapkan melalui kolaborasi ini, Desa Aek Haminjon dapat menjadi contoh bagi kawasan penyangga cagar alam lainnya dalam upaya pengelolaan yang berkelanjutan.

Source link