Kelangkaan BBM Pertalite di Kabupaten Kupang, GMKI Desak Pertamina Atasi Masalah
Suara Indonesia, Kupang – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di sejumlah SPBU di Kabupaten Kupang menjadi sorotan GMKI Kupang. Stok Pertalite di beberapa SPBU sepanjang Jalan Timor Raya, mulai dari SPBU Tanah Merah, Oebelo, hingga Naibonat kosong selama kurang lebih tiga hari terakhir. Hal ini menyebabkan antrean panjang dan kesulitan masyarakat mendapatkan BBM.
Kondisi Kelangkaan BBM Pertalite di Kabupaten Kupang
Berdasarkan identifikasi yang dilakukan GMKI Kupang, selain stok di SPBU kosong, sebagian besar kios penjual bensin eceran di sepanjang Jalan Timor Raya juga kehabisan stok. Hal ini memberikan dampak negatif terhadap aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di wilayah tersebut.
Ketua GMKI Cabang Kupang, Andraviani F. U. Laiya, menegaskan bahwa masalah kelangkaan BBM Pertalite harus ditangani secara serius oleh pihak terkait, terutama Pertamina sebagai penyedia dan penyalur BBM bersubsidi. Masyarakat Kabupaten Kupang sangat mengandalkan Pertalite untuk aktivitas sehari-hari, sehingga ketidaktersediaan BBM dapat mengganggu berbagai sektor masyarakat.
Desakan GMKI Kupang kepada Pertamina
GMKI Kupang mendesak Pertamina untuk memberikan penjelasan yang transparan mengenai penyebab kelangkaan BBM Pertalite. Mereka juga meminta Pertamina untuk tidak hanya fokus pada penanganan jangka pendek, tetapi juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi BBM di wilayah Nusa Tenggara Timur.
GMKI Kupang juga mengajak DPRD Kabupaten Kupang dan DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk turun tangan dalam melakukan pengawasan terhadap persoalan kelangkaan BBM ini. Mereka menilai bahwa stabilitas ekonomi masyarakat terkait erat dengan ketersediaan BBM, dan langkah preventif harus diambil untuk mencegah terulangnya kelangkaan BBM di masa mendatang.
Sebagai organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan, GMKI Kupang siap mengawal permasalahan kelangkaan BBM ini hingga mendapatkan langkah konkret dari pihak terkait. Mereka berharap suplai Pertalite segera normal kembali di seluruh SPBU yang terdampak, dan kejadian serupa tidak terulang di masa depan.












