Bank Jatim Catat Laba Tertinggi di antara BPD di Indonesia pada 2025
Pada tahun 2025, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) berhasil mencatatkan laba tertinggi di antara seluruh bank pembangunan daerah (BPD) di Indonesia. Keberhasilan ini tidak terlepas dari strategi transformasi bisnis, penguatan struktur pendanaan, dan digitalisasi layanan yang dijalankan oleh bank tersebut.
Strategi Transformasi dan Pertumbuhan Kinerja
Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo, menjelaskan bahwa perseroan terus menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan kualitas aset melalui langkah-langkah strategis yang mereka ambil. Hal ini termasuk penguatan dana pihak ketiga (DPK), penerbitan obligasi, penyaluran kredit selektif, efisiensi biaya, transaksi digital, dan pengelolaan aset yang berkualitas.
Dengan lima pilar utama transformasi, Bank Jatim berfokus pada penguatan tata kelola, optimisasi bisnis, peningkatan sumber daya manusia, penguatan teknologi informasi, dan sinergi Kelompok Usaha Bank (KUB). Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa Bank Jatim bukan hanya lembaga intermediasi, tetapi juga motor penggerak ekonomi daerah.
Pencapaian Laba dan Aset yang Signifikan
Bank Jatim mencatat total aset sebesar Rp168,85 triliun dan laba bersih mencapai Rp1,61 triliun, dengan pertumbuhan yang signifikan dari tahun sebelumnya. Pada kuartal pertama 2026, bank ini berhasil mencatat laba bersih sebesar Rp661 miliar, yang didorong oleh peningkatan pendapatan bunga bersih dan berbagai terobosan strategis dalam layanan dan digitalisasi.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan, Bank Jatim menetapkan dividen yang naik dan melakukan perubahan dalam pengurusannya. Perubahan strategis ini adalah langkah untuk mempertahankan pertumbuhan kinerja yang positif yang telah dicapai oleh Bank Jatim.












