Transformasi Militer AS: Kolaborasi Pentagon dengan SpaceX & Nvidia

Pentagon Gandeng Tujuh Raksasa Teknologi untuk Manfaatkan Teknologi AI

Pentagon Amerika Serikat (AS) baru saja menandatangani kesepakatan dengan tujuh raksasa teknologi untuk menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam jaringan militer yang dirahasiakan. Perjanjian ini tidak melibatkan Anthropic, mitra AI Pentagon sebelumnya.

Perusahaan-perusahaan yang Terlibat

Perjanjian tersebut diumumkan pada Jumat (1/5) melalui perusahaan-perusahaan seperti SpaceX, OpenAI, Google, Microsoft, Nvidia, Amazon Web Services, dan Reflection. Anthropic dikecualikan setelah menolak persyaratan penggunaan model AI mereka, Claude, untuk “semua tujuan yang sah” termasuk senjata otonom dan pengawasan massal.

Sejak Undang-Undang One Big Beautiful Bill dialokasikan untuk Pentagon dalam bidang AI dan operasi siber ofensif, perusahaan teknologi bergulat untuk mendapatkan kesempatan tersebut. Meskipun Anthropic dikecualikan, Gedung Putih membuka kembali dialog dengan perusahaan itu setelah mengumumkan terobosan teknologi.

Transformasi Militer AS

Pentagon menggarisbawahi bahwa kesepakatan ini merupakan bagian dari transformasi besar-besaran militer AS. Teknologi AI dari raksasa teknologi tersebut akan digunakan untuk penggunaan operasional yang sah guna meningkatkan kemampuan pasukan AS dalam pengambilan keputusan di seluruh bidang pertempuran.

Selain itu, militer AS telah memanfaatkan kecerdasan buatan untuk mendukung serangannya seperti yang terjadi dalam perang dengan Iran. AI digunakan untuk melancarkan serangan ke 1.000 target dalam 24 jam pertama operasi tersebut.

Menurut Komando Pusat AS, teknologi AI memainkan peran penting dalam pengelolaan data besar dengan cepat dalam operasi melawan Iran. Meskipun demikian, AI hanya berfungsi sebagai alat bantu dan pengambil keputusan tetap di tangan analis manusia.

Source link