Penjelasan BMKG: Pagi Panas, Sore Hujan

BMKG Ungkap Penyebab Pola Cuaca Pagi Panas dan Sore Hujan di Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap penyebab pola cuaca yang terjadi di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir: pagi panas menyengat, sore tiba-tiba hujan deras. Simak penjelasannya.

Pola Cuaca Ekstrem di Beberapa Wilayah Indonesia

BMKG mencatat pada periode 27-29 April 2026, hujan dengan intensitas ringan hingga sangat lebat terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Curah hujan tersebut teramati di berbagai provinsi seperti Sulawesi Selatan, Maluku, Bali, Gorontalo, Papua, dan lain sebagainya.

Di sisi lain, suhu maksimum harian yang tinggi juga masih terpantau di beberapa wilayah, seperti Sumatra Utara, Aceh, Banten, dan lain sebagainya. Hal ini menunjukkan bahwa pemanasan pada siang hari masih berlangsung kuat di beberapa wilayah Indonesia.

Pengaruh Monsun Australia dan Radiasi Matahari Tinggi

BMKG menjelaskan bahwa pola cuaca ekstrem ini dipengaruhi oleh monsun Australia yang mulai menguat. Monsun ini ditandai dengan dominasi angin timuran yang membawa massa udara relatif lebih kering, memicu pemanasan pada siang hari.

Kondisi tersebut juga dipengaruhi oleh intensitas radiasi matahari yang masih tinggi, membuat tutupan awan berkurang dan suhu udara meningkat. Hal ini mendorong pembentukan hujan lokal pada sore hingga malam hari.

Meskipun sejumlah daerah mulai beralih menuju musim kemarau, potensi hujan masih tetap terjadi karena dinamika atmosfer yang aktif. BMKG memperkirakan bahwa fenomena seperti Madden-Julian Oscillation, Gelombang Kelvin, dan Gelombang Rossby Ekuatorial akan berdampak pada pola cuaca di sejumlah wilayah.

Di samping itu, sirkulasi siklonik juga turut mempengaruhi pola cuaca di perairan Indonesia, meningkatkan potensi pembentukan awan hujan di sekitar daerah konvergensi atau konfluensi tersebut.

Demikianlah penjelasan BMKG mengenai pola cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini di Indonesia.

Source link