Dalam misi Artemis II, empat astronaut akan menyaksikan Gerhana Matahari Total dari sisi jauh Bulan pada Senin malam waktu Amerika atau Kamis pagi waktu Indonesia. Momen ini terjadi saat kapsul Orion NASA melintasi sisi jauh Bulan dalam manuver lunar flyby setelah diluncurkan pada 1 April. Para astronaut akan mendapat keistimewaan menyaksikan gerhana yang tidak dapat dilihat dari Bumi, karena hanya terlihat dari posisi kapsul Orion yang berada jauh di balik Bulan. Kapsul Orion memberi pandangan unik yang memperbesar Bulan dari perspektif astronaut dibandingkan dengan pengamat di Bumi, membuat Matahari akan tertutup selama hampir tujuh kali lebih lama dibanding gerhana total biasa. NASA merencanakan kegiatan observasi ilmiah selama gerhana untuk memahami korona Matahari yang tidak dapat diamati dengan cahaya biasa. Para astronaut dilatih untuk mengenali fitur-fitur di korona dan mengamati prosesnya dari sudut pandang unik. Fenomena ini dirasakan sebagai pengalaman bonus yang menakjubkan bagi astronaut yang tidak hanya menjadi momen historis, tetapi juga memberi wawasan baru mengenai Bulan. Setelah pengamatan gerhana, kapsul Orion akan kembali menuju Bumi dan mendarat di lepas pantai San Diego untuk menyelesaikan misi lunar berawak pertama dalam lebih dari 50 tahun.
Gerhana Matahari Besok: Keistimewaan yang Hanya bisa Dilihat Astronaut Artemis II
Read Also
Recommendation for You
Pakar oseanografi meramalkan potensi berkah di laut meski beberapa wilayah Indonesia mengalami kekeringan selama musim…

Fenomena El Nino yang diperkirakan akan sangat kuat dalam beberapa bulan ke depan meningkatkan peringkat…

Sejumlah wilayah di Indonesia masih mengalami hujan dengan intensitas tinggi meskipun secara kalender klimatologis telah…
Pada Sabtu (11/4) pagi, empat astronaut Artemis II sukses melakukan splashdown atau mendarat kembali ke…
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah menggandeng startup lokal untuk memperkuat penanganan judi online atau…




