Para astronaut Artemis 2 saat ini terlibat dalam mempelajari Bulan tanpa menggunakan alat bantu teknologi yang canggih. Mereka melakukan observasi Bulan dengan cara yang sangat sederhana, yaitu menggunakan mata mereka sebagai kamera alami. Kelsey Young, ilmuwan utama untuk misi Artemis 2, menekankan bahwa mata manusia memiliki kemampuan jauh lebih unggul daripada kamera modern dalam hal warna, konteks, dan pengamatan fotometrik.
Meskipun kamera modern memiliki keunggulan tertentu, mata manusia tetap dianggap sebagai kamera terbaik yang pernah ada. Manusia bisa memahami perubahan warna halus, melihat bagaimana pencahayaan memengaruhi detail permukaan, atau mengubah kontur lanskap seperti Bulan. Astronot Artemis 2 Victor Glover juga mengakui bahwa mata adalah “instrumen ajaib” dalam menjalankan misi mereka.
Para astronaut Artemis 2 menjalani pelatihan intensif selama lebih dari dua tahun untuk mempersiapkan diri mereka secara optimal dalam menjalankan misi mendekati Bulan. Mereka harus menghafal “Big 15” Bulan, atau 15 fitur Bulan penting yang akan membantu mereka mengorientasikan diri saat berada di sana. Dengan berlatih menggunakan globe Bulan tiup, mereka mengasah kemampuan observasi dan pencatatan untuk menghadapi misi besar yang akan datang. Tujuannya adalah menjadikan para astronaut sebagai “ilmuwan lapangan” yang kompeten dan siap untuk menjalani tantangan tersebut.






