Berita  

Solusi Untuk Kemacetan di Lintas Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk

Antrean kendaraan di Pelabuhan Ketapang masih menjadi masalah serius, terutama setelah Lebaran tahun 2026. Meskipun arus balik sudah berlalu, kemacetan tetap terjadi. Hal ini menimbulkan kelelahan dan keluhan dari pengguna jasa yang harus terus antre setiap musim libur panjang. Situasi di lapangan menunjukkan antrean kendaraan masih panjang hingga 14 kilometer di jalur Situbondo-Banyuwangi, terutama diisi oleh truk logistik, pikap, bus, dan mobil pribadi.

Para sopir logistik dan kendaraan niaga merasa dampak ekonominya terganggu karena keterlambatan distribusi barang akibat kemacetan. Salah satunya adalah Katijo, seorang sopir pengangkut sayur asal Banyuwangi, yang mengalami kerugian besar akibat macet. Ia berharap solusi cepat bisa ditemukan untuk menangani kemacetan yang semakin parah dari tahun sebelumnya.

Pengguna jasa lainnya seperti Rizky, seorang warga yang hendak balik ke Bali, juga merasakan dampak kemacetan yang parah. Ia terjebak di antara truk dan mobil lainnya selama beberapa jam sebelum akhirnya berhasil menembus kemacetan tersebut. Keluhan yang serupa juga datang dari Samsul, seorang sopir truk pengangkut kayu yang merasa kemacetan yang terus berlanjut disebabkan oleh keterbatasan dermaga di pelabuhan.

Para pengguna jasa berharap ada penanganan serius terhadap kemacetan ini, dengan solusi jangka pendek dan panjang. Usulan seperti menambah dermaga agar antrean kendaraan tidak terjadi lagi menjadi harapan bagi banyak pihak. Semua berharap agar masalah kemacetan di Pelabuhan Ketapang bisa segera diselesaikan tanpa mengorbankan kenyamanan dan efisiensi para pengguna jasa.

Source link