Berita  

Tradisi Lebaran Ketupat di Makam Raden Sakti Bungah: Spiritual Masyarakat Pesisir Gresik

Setiap daerah memiliki tradisi unik dalam menyambut perayaan Hari Raya Ketupat, termasuk tradisi di makam Raden Sakti di Gunung Pentung, Desa Bungah, Kabupaten Gresik. Setiap Hari Raya Ketupat, kompleks makam tersebut menjadi pusat perhatian dengan kedatangan peziarah dari berbagai wilayah, pedagang bunga, dan warga lokal yang membawa doa dan harapan. Di balik tradisi ini, terdapat sebuah kisah lama yang masih menyimpan misteri tentang keberadaan Raden Sakti, tokoh penting dalam sejarah spiritual masyarakat pesisir Gresik.

Raden Sakti, yang merupakan penyebar Islam di pesisir utara Gresik, diyakini memiliki garis keturunan dari Prabu Siliwangi, raja Pajajaran di tanah Sunda. Dalam sejumlah catatan, disebutkan bahwa Raden Sakti berasal dari wilayah Hariyan Kencana, Panjalu, Ciamis, Jawa Barat. Perjalanan Raden Sakti membawanya ke Bungah, di mana ia menetap dan mendirikan padepokan yang menjadi pusat spiritual yang dihormati.

Kompleks makam Gunung Pentung merupakan tempat ziarah spiritual yang selalu ramai dikunjungi peziarah setiap harinya. Haul Mbah Raden Sakti yang diselenggarakan setiap Hari Raya Ketupat menjadi tradisi tahunan yang paling dinanti, diwarnai dengan kegiatan religius dan nuansa pasar rakyat. Meskipun banyak bagian dari kisah Raden Sakti masih belum terungkap sepenuhnya, kehadiran makamnya yang terjaga dengan baik selalu menjadi tujuan yang dihormati warga dari berbagai daerah sekitar.

Kisah legenda Raden Sakti, meskipun masih bergelimang misteri, terus diwariskan dari generasi ke generasi. Kompleks makam Gunung Pentung kini tidak lagi dianggap angker, namun menjadi pusat spiritual yang dipenuhi doa dan harapan setiap harinya. Ribuan peziarah dari berbagai daerah, termasuk Lamongan, berkunjung ke makam Raden Sakti untuk berziarah, merayakan tradisi spiritual, dan turut serta dalam perdagangan yang menjadi bagian dari agenda rutin wisata religi di kecamatan Bungah.

Source link