Regulator nuklir Amerika Serikat (AS) telah menyetujui pembangunan reaktor nuklir kecil TerraPower yang didukung oleh Bill Gates di Wyoming, AS. Persetujuan tersebut dikeluarkan pada Rabu (4/3) dan merupakan yang pertama untuk pabrik yang akan menggunakan bahan bakar uranium khusus yang lebih diperkaya. Komisi Regulasi Nuklir (NRC) memberikan persetujuan pertama untuk reaktor komersial dalam satu dekade ini. Reaktor berpendingin natrium 345-megawatt TerraPower direncanakan akan dibangun di Kemmerer, bagian barat negara bagian Wyoming, dan diharapkan beroperasi pada awal tahun 2030-an. TerraPower berencana untuk memulai konstruksi dalam beberapa minggu mendatang dan mengajukan permohonan lisensi operasi ke NRC pada akhir 2027 atau awal 2028. Reaktor tersebut juga mencakup sistem penyimpanan energi untuk meningkatkan output hingga 500 MW, sementara reaktor besar saat ini rata-rata mengakomodir sekitar 1 gigawatt.
Presiden Donald Trump telah mengeluarkan perintah eksekutif untuk mempercepat izin NRC dalam rangka melipatgandakan kapasitas tenaga nuklir AS hingga 400 gigawatt pada 2050. Reaktor Natrium ini akan berjalan dengan bahan bakar high-assay low-enriched uranium (HALEU) yang dipercaya akan meningkatkan efisiensi bahan bakar. Departemen Energi AS juga telah memberikan tambahan dana untuk pengembangan HALEU domestik. Namun, pendukung non-proliferasi meminta agar HALEU hanya diperkaya hingga 12 persen untuk mencegah penggunaan potensial oleh militan dalam pembuatan senjata nuklir. Sementara itu, perseteruan antara AS dan Iran terus berkembang terkait dengan program nuklir Iran yang dituduh oleh AS sebagai persenjataan. Meskipun Iran membantah tuduhan tersebut, Trump telah secara terbuka menyuarakan keinginannya untuk mengganti pemerintahan di Iran. Saat ini, AS-Israel melakukan serangan bersama pada Iran sebagai respon terhadap program nuklir yang mereka anggap mengancam keamanan global.






