Banyak bibit siklon tropis yang masih aktif di wilayah selatan Indonesia dan berpotensi menyebabkan cuaca ekstrem di beberapa tempat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa Bibit Siklon Tropis 90S saat ini berlokasi di Samudra Hindia selatan Jawa Tengah setelah terbentuk pada tanggal 28 Februari. Menurut BMKG, bibit siklon ini memiliki peluang tinggi untuk berkembang menjadi siklon tropis dan bergerak ke arah timur dalam 24 jam ke depan. Potensi cuaca ekstrem yang bisa dipicu oleh bibit siklon ini adalah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di beberapa provinsi di Jawa dan Bali.
Selain itu, bibit siklon ini juga dapat memicu gelombang tinggi di beberapa wilayah, seperti di Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai hingga Bengkulu dan di wilayah Lampung hingga Jawa Tengah, Selat Sunda, serta Samudra Hindia selatan NTB. Selain 90S, ada juga Bibit Siklon Tropis 92P yang terbentuk pada 2 Februari dan saat ini berada di Teluk Carpentaria, selatan Papua Selatan. Meskipun memiliki peluang rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis, 92P berpotensi memicu hujan sedang di beberapa wilayah di Papua Selatan dan angin kencang di Maluku bagian tenggara.
Sementara Bibit Siklon Tropis 93S terdeteksi berada di sekitar perairan Australia Barat, dengan peluang rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis dan bergerak ke arah barat-barat daya dalam 24 jam mendatang. Meskipun berpeluang rendah, bibit siklon ini berpotensi menyebabkan gelombang tinggi di beberapa wilayah, seperti Laut Flores, Luat Sawu, dan Samudra Hindia selatan NTT. BMKG mengimbau masyarakat, terutama nelayan dan pengguna transportasi laut, untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca yang dapat memengaruhi keselamatan aktivitas di laut dan di wilayah pesisir.






