Akses internet di Iran dilaporkan telah lumpuh selama 24 jam setelah diserang oleh Amerika Serikat dan Israel. Kondisi ini terjadi setelah kedua negara melancarkan serangan udara ke wilayah Iran. NetBlocks, sebuah kelompok pemantau internet, melaporkan bahwa konektivitas internet di Iran turun drastis menjadi hanya 1 persen dari tingkat normal. Mereka mengungkapkan bahwa tindakan ini menghambat partisipasi warga Iran dalam momen penting untuk masa depan negara pasca pembunuhan Ayatollah Khamenei dalam serangan udara.
Serangan udara gabungan oleh Angkatan Udara Israel dan Amerika Serikat menyebabkan lebih dari 1.200 bom dijatuhkan di Iran selama 24 jam terakhir. Banyak korban tewas dalam serangan tersebut, termasuk di sebuah sekolah dasar perempuan di Minab, Provinsi Hormozgan, Iran selatan. Sekolah tersebut dilaporkan mengalami kerusakan parah dan menewaskan 148 orang, dengan puluhan lainnya terluka. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengecam serangan tersebut yang menewaskan puluhan anak tak bersalah.
Serangan habis-habisan oleh AS dan Israel terjadi setelah negosiasi nuklir gagal mencapai kesepakatan. Serangan kedua negara tersebut menargetkan 20 dari 31 provinsi di Iran, dengan menewaskan Menteri Pertahanan Iran dan Komandan Angkatan Bersenjata Korps Iran. Meskipun Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meyakini bahwa pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, telah tewas dalam serangan, pihak Iran membantah klaim ini. Serangan ini telah menimbulkan kekacauan di Iran dan mengancam stabilitas negara tersebut untuk saat ini.










