Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) merespons masalah adiksi game pada anak dan remaja dengan menghadirkan layanan Digital Addiction Response Assistance (DARA). Meutya Hafid, Menkomdigi, menyoroti fakta bahwa 33 hingga 39 persen siswa SMA di Indonesia mengalami tingkat adiksi game yang sedang hingga berat. Global secara global, adiksi game mencapai 1,96 hingga 3 persen dari populasi dunia, dan mayoritas tertinggi berada pada remaja laki-laki dan dewasa muda. Sementara game dapat meningkatkan kreativitas, namun juga memiliki potensi dampak negatif seperti adiksi. DARA hadir sebagai layanan multiplatform untuk membantu individu yang terkena masalah adiksi game, dengan tujuan memfasilitasi anak-anak dan orang tua dalam mencari bantuan terhadap adiksi game. Layanan ini didasari oleh keprihatinan masyarakat, terutama orang tua, terhadap perubahan perilaku anak akibat paparan game online berlebihan. DARA dirancang sebagai teman bercerita dan wadah konsultasi privat yang dapat diakses dengan mudah melalui situs web resmi atau melalui layanan konsultasi WhatsApp Indonesia Game Rating System (IGRS). Selain membantu individu yang terpapar dampak negatif game, layanan ini juga menunjukkan komitmen negara dalam mendukung pembangunan industri game yang kreatif.
33 Persen Remaja Indonesia Kecanduan Gim: Penelitian Komdigi
Read Also
Recommendation for You

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem…

Apple Developer Academy membuka fasilitas pendidikan kelimanya di Indonesia, kali ini terletak di Jakarta dan…

Idul Fitri merupakan momen untuk silaturahmi dan menghabiskan waktu bersama keluarga. Menteri Komunikasi dan Digital…
Nintendo telah mengambil langkah drastis dengan mengajukan gugatan terhadap pemerintah federal di Pengadilan Perdagangan Internasional…







