Berita  

Puluhan Nelayan dan Petani Kampung Laut Kembali Ke BPN Cilacap

Puluhan nelayan dan petani Desa Ujungalang, Kecamatan Kampung Laut, Cilacap, kembali berkumpul di depan kantor Pertanahan Kabupaten Cilacap untuk menyuarakan permasalahan terkait status tanah mereka. Mereka menanyakan hak atas lahan seluas 34,2 hektar yang akan digunakan oleh Lapas Nusakambangan untuk balai latihan kerja (BLK) atau food estate. Para nelayan dan petani merasa memiliki hak atas lahan tersebut yang telah mereka garap selama lebih dari 20 tahun. Koordinator aksi, Wandi Nasution, menyayangkan potensi hilangnya tanah milik warga akibat BLK yang akan dibangun di wilayah tersebut. Warga Khawatir bahwa tindakan ini akan berdampak negatif terhadap kehidupan mereka. Mereka menegaskan bahwa keberlangsungan hidup mereka terganggu dan mengharapkan negara dapat hadir dalam memperjuangkan hak-hak tanah mereka. Diskusi telah dilakukan dengan pihak terkait seperti BPN Cilacap dan Sekda untuk mencari solusi terbaik terkait konflik yang ada. Para petani dan nelayan juga mengimbau agar tidak dikeluarkan sertifikat tanah yang sedang dipersoalkan. Hingga saat ini, Kantor Pertanahan Kabupaten Cilacap belum memberikan konfirmasi mengenai permasalahan ini.

Source link