Peneliti dari Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (Ecoton) telah mengungkap temuan baru terkait paparan mikroplastik kepada tubuh manusia, terutama ibu hamil. Dalam kolaborasi dengan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Ecoton menemukan bahwa 100 persen sampel air ketuban dari ibu hamil di Gresik mengandung mikroplastik. Jenis plastik yang paling umum ditemukan adalah polyethylene, yang berasal dari berbagai produk plastik sehari-hari seperti botol minum dan tas kresek.
Menariknya, mikroplastik juga telah ditemukan dalam air susu ibu, feses, air seni, dan darah perempuan, menunjukkan dampak dari penyia-siaan sampah plastik. Selain itu, Indonesia sebagai salah satu penyumbang sampah plastik terbesar kedua di dunia, dengan jumlah sampah plastik yang tidak terkelola dan dibakar, menyebabkan penyebaran mikroplastik semakin meluas.
Dengan lonjakan konsumsi mikroplastik di Indonesia, terutama melalui proses pembakaran sampah, risiko paparan mikroplastik bagi kesehatan semakin meningkat. Diduga, partikel mikroplastik ini bisa merusak sel dan organ vital, serta bahkan telah terbukti menembus jaringan otak manusia. Oleh karena itu, langkah-langkah mitigasi seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan menghindari produk kosmetik yang mengandung mikroplastik menjadi penting untuk dilakukan.
Melalui kesadaran akan bahaya mikroplastik dan perubahan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan, diharapkan mampu mengurangi paparan mikroplastik dalam tubuh manusia dan mempertahankan kesehatan. Dengan begitu, kita sebagai Generasi Z harus berperan aktif dalam mengubah kebiasaan yang merugikan lingkungan dan kesehatan kita.










