BRIN bersama OceanX berhasil menyelesaikan misi penelitian laut dalam “OCEANX-BRIN Collaborative Deep-sea Research and Capacity Building Program 2025 – Mission Leg 2”. Leg kedua ini berfokus pada biodiversitas laut, oseanografi, pengamatan laut, dan fish aggregating device (FAD) atau rumpon. Upaya untuk mencapai kemandirian eksplorasi laut nasional membutuhkan penguatan ekosistem kapal riset secara berkelanjutan. Misi Leg 2 masih berlangsung di perairan utara Sulawesi Utara dengan tim peneliti berhasil mengidentifikasi 14 spesies megafauna, termasuk mamalia laut, hiu, dan penyu. Penelitian ini memanfaatkan teknologi environmental DNA (eDNA) metabarcoding untuk deteksi megafauna laut. Ekspedisi ini didukung oleh kapal selam berawak Nadir dan Neptune yang digunakan untuk keperluan dokumentasi visual dan ilmiah. Selain itu, misi ini juga bertujuan untuk memperkaya basis data biodiversitas perairan Sulawesi Utara untuk rekomendasi kebijakan konservasi. Amarulla Oktavian dari BRIN mengapresiasi ekspedisi ini dan berharap OceanX dapat menjadi referensi pengembangan kapal riset BRIN di masa depan. Tindak lanjut penelitian ini akan menggunakan kapal penelitian BRIN dengan peralatan standar yang canggih.
Penemuan 14 Spesies Megafauna di Ekspedisi Laut Dalam BRIN-OceanX
Read Also
Recommendation for You

GoPay telah meluncurkan fitur terbaru yang memungkinkan pengguna membuat QRIS Indonesian Standard (QRIS) untuk berjualan…

Uni Eropa mengancam untuk menindak Meta karena telah memblokir chatbot kecerdasan buatan (AI) kompetitor dari…

HP baru-baru ini meluncurkan laptop gaming terbarunya, HyperX Omen 15, dengan harga mulai dari Rp22…

Perusahaan keamanan siber Kaspersky mengungkap jaringan serangan siber tersembunyi dalam rantai pasokan aplikasi Notepad++. Para…

Uni Eropa (UE) telah menemukan bahwa TikTok melanggar aturan keamanan digital dengan desain aplikasinya yang…







