Peringatan Dini BMKG: Hujan Lebat Ancam Jabodetabek

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan Peringatan Dini Cuaca untuk wilayah Jabodetabek pekan ini, yang menunjukkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat yang mungkin disertai angin kencang. Pada hari ini, Senin (26/1), wilayah dengan status Siaga atau berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat adalah Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, dan Kabupaten Bekasi. Sementara itu, wilayah yang termasuk dalam status Waspada atau hujan sedang hingga lebat adalah Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Kepulauan Seribu, Kota Bekasi, Kabupaten Bogor, Kota Bogor, dan Kota Depok. Beberapa wilayah seperti Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, dan Kota Jakarta Barat juga berpotensi menghadapi angin kencang hari ini.

Peringatan dari BMKG menunjukkan intensitas hujan yang meningkat pada Selasa (27/1), dengan Kabupaten Bekasi diperkirakan mengalami hujan sangat lebat hingga ekstrem. Wilayah seperti Kabupaten Bogor dan Kota Bogor juga berpotensi hujan sedang hingga lebat. Faktor-faktor seperti fenomena monsun Asia turut berperan dalam cuaca ekstrem belakangan ini, dengan monsun Asia membawa suplai massa udara lembab dari Laut China Selatan ke wilayah Indonesia bagian selatan. Prediksi cuaca mingguan BMKG memberikan peringatan tentang peningkatan aktivitas monsun Asia dan dampaknya, terutama di wilayah selatan Indonesia.

Pada Rabu (28/1), hanya wilayah Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, dan Jakarta Selatan yang berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat. Wilayah lain memiliki potensi hujan intensitas sedang hingga lebat, namun ancaman angin kencang meluas hingga ke wilayah DK Jakarta hingga Kepulauan Seribu. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah memperpanjang Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hingga 27 Januari 2026 untuk mengantisipasi cuaca ekstrem yang sedang terjadi. Operasi modifikasi cuaca merupakan langkah strategis untuk mereduksi dampak cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi di Jakarta. Perpanjangan operasi ini adalah respons dari Pemprov DKI Jakarta atas ancaman cuaca yang terjadi akhir-akhir ini. Dukungan presiden terhadap operasi modifikasi cuaca menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga keamanan dan kesejahteraan masyarakat Jakarta dan sekitarnya.

Source link