Pada tahun 2026, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menargetkan peningkatan kecepatan internet yang signifikan di Indonesia, dengan target kecepatan 80 Mbps untuk mobile broadband dan 64 Mbps untuk fixed broadband. Menkomdigi Meutya Hafid menyatakan bahwa target ini adalah percepatan dari rencana semula yang seharusnya dicapai pada tahun 2028, namun mereka berusaha untuk mencapainya lebih cepat, tepatnya pada tahun 2026.
Data menunjukkan bahwa pada tahun 2025, kecepatan rata-rata mobile broadband di seluruh ibu kota provinsi mencapai 63,51 Mbps, sedangkan kecepatan fixed broadband rata-rata adalah 51,84 Mbps. Dalam perbandingan dengan data Ookla per Desember 2025, kecepatan internet Indonesia tercatat lebih rendah, dengan kecepatan unduh mobile broadband sebesar 52,73 Mbps dan unggah sebesar 17,28 Mbps.
Meutya juga melaporkan bahwa penetrasi jaringan 4G telah mencapai 98,95 persen populasi Indonesia dan diharapkan mencapai 99,05 persen pada tahun 2026. Di samping itu, pertumbuhan layanan 5G juga mencapai angka yang signifikan, melampaui target RPJMN. Peluncuran lelang frekuensi 5G diharapkan dapat mencapai target 8,5 persen luas pemukiman pada tahun 2026.
Selain itu, jaringan fiber optik untuk layanan fixed broadband telah mencakup 72,22 persen kecamatan, dengan target peningkatan hingga 82 persen pada tahun 2026. Program Kampung Internet yang dimulai pada tahun 2025 juga berencana untuk meningkatkan layanan hingga 2.194 titik pada tahun ini. Program internet murah berbasis frekuensi 1,4 GHz juga disebutkan telah siap dioperasikan dengan target melayani 10,8 juta rumah tangga pada tahun 2030.












