Kolaborasi antara Kangean Energy Indonesia (KEI) dan DPMD Sumenep terus menguatkan komitmen dalam menekan angka stunting di wilayah kepulauan. SKK Migas–Kangean Energy Indonesia (KEI) bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemka) Sumenep melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) setempat dalam program Sumenep Asupan Pangan Ceria Indah Merata (Suapan Cinta) di Desa Pagerungan Kecil dan Pagerungan Besar. Program ini bertujuan memberikan edukasi gizi, pemberian makanan tambahan (PMT), serta distribusi susu kepada balita dan ibu hamil sebagai langkah konkrit untuk menurunkan risiko stunting.
Anwar Syahroni Yusuf, Kepala DPMD Kabupaten Sumenep, menyebut program Suapan Cinta sebagai hasil kerja sama antara pemerintah daerah, perusahaan migas, dan pemerintah desa. Ia menegaskan bahwa pendekatan langsung kepada sasaran penting dalam program ini, dengan kombinasi intervensi gizi dan edukasi diharapkan memberikan hasil yang tepat sasaran dan berkelanjutan. Program ini diharapkan dapat menjadi model intervensi stunting berbasis kolaborasi yang dapat diperluas ke wilayah kepulauan lainnya di Kabupaten Sumenep.
Kepala Desa Pagerungan Kecil, Halilurahman, menyampaikan bahwa program ini membawa perubahan besar dalam pola pendampingan masyarakat. Selain pendistribusian makanan tambahan dan susu, program juga memberikan penyuluhan langsung untuk memberikan dorongan psikologis kepada masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan dapat terus berlanjut hingga stunting dapat dieliminasi di wilayah tersebut. Manager PGA Kangean Energy Indonesia, Kampoi Naibaho, juga mendukung model pendekatan ini karena sesuai dengan kondisi sosial masyarakat di wilayah operasi KEI. KEI bersama SKK Migas akan terus memantau keberlanjutan distribusi PMT dan susu sebagai komitmen perusahaan terhadap program sosial di daerah operasional. Semua pihak diharapkan dapat mendukung kolaborasi ini agar memberi manfaat bagi masyarakat dan mengurangi angka stunting di wilayah kepulauan Sumenep.












