Kontroversi Kartun Anak di Netflix: Pendapat Komdigi

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) merespons kontroversi yang melibatkan serial Netflix yang disinyalir mempromosikan lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) di platform mereka. Dirjen Pengawasan Digital Komdigi, Alexander Sabar, mengungkapkan bahwa pihaknya mengawasi semua Program Siaran Elektronik (PSE), terutama yang berpotensi memengaruhi anak-anak, sebagai bagian dari upaya melindungi anak-anak dari konten yang tidak sesuai.
Meskipun begitu, Alex menyatakan bahwa belum ada keputusan konkret terkait tindakan apa yang akan diambil terkait hal ini karena pihaknya masih belum mendapatkan informasi menyeluruh. Ia menekankan bahwa proses pengawasan dilakukan dengan memperhatikan laporan aduan dari masyarakat, yang kemudian akan diverifikasi dan ditindaklanjuti sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Alex juga menjelaskan bahwa layanan Over-The-Top (OTT) atau Video On Demand memiliki mekanisme pengawasan yang berbeda dibandingkan dengan konten yang dihasilkan oleh pengguna. Namun, Komdigi tetap bertanggung jawab untuk mengawasi layanan tersebut sebagai bagian dari perannya sebagai regulator di sektor penyiaran elektronik.
Jika ternyata ditemukan pelanggaran terkait konten yang mengandung kampanye LGBT, Alex menegaskan bahwa pihaknya akan memberlakukan sanksi administratif sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sebelumnya, bos Tesla, Elon Musk, menyoroti adanya sebuah klip animasi acara anak-anak di Netflix yang diduga mempromosikan isu LGBT. Acara tersebut adalah serial animasi berjudul Dead End: Paranormal Park, yang menuai kontroversi setelah diunggah oleh sejumlah akun media sosial. Dalam unggahan tersebut, Musk menunjukkan kekhawatirannya terhadap pengaruh konten tersebut terhadap anak-anak.
Dilansir dari Forbes, Dead End: Paranormal Park adalah serial animasi komedi yang tayang di Netflix selama dua musim sebelum akhirnya dibatalkan pada Januari 2023. Meskipun mendapat ulasan positif dari sebagian media, termasuk skor 100 persen di Rotten Tomatoes, namun Netflix memutuskan untuk mengakhiri produksi serial tersebut. Kabar ini disampaikan langsung oleh sutradara serial, Hamish Steele, melalui pernyataan resminya.

Source link