Berita  

Pembunuhan Sadis Bos Toko Bangunan di Gresik, Leher Ditusuk

Seorang pria ditemukan tewas bersimbah darah di sebuah kamar dalam toko bangunan Al Inayah 3, Desa Randupadangan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Sabtu (3/10/2026) pagi. Korban, yang disebut sebagai warga Sememi, Kecamatan Benowo, Kota Surabaya, diketahui belakangan tinggal di toko bangunan yang berada di tepi jalan raya tersebut.

Kasus itu terungkap setelah perempuan berinisial IR, 23 tahun, warga Sememi Jaya, Kecamatan Benowo, menyerahkan diri kepada polisi. IR mengaku telah membunuh korban yang disebut sebagai tunangannya sendiri. Ia mendatangi dan melaporkan perbuatannya kepada polisi sekitar pukul 08.30 WIB.

Korban ditemukan di dalam kamar

Setelah menerima laporan tersebut, petugas kepolisian mendatangi toko bangunan Al Inayah 3. Tim Inafis Polres Gresik kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengevakuasi jasad korban dari ruangan kamar di dalam toko.

Kapolsek Menganti AKP Arif Rahman mengatakan, korban mengalami sejumlah luka. Luka paling serius berada di bagian leher akibat tusukan pisau. Polisi mencatat terdapat dua luka tusuk di leher, serta luka pada tangan sebelah kiri dan punggung korban.

“Untuk luka di bagian leher tusukan dua. Selain itu di tangan sebelah kiri ada juga luka bekas, di punggung juga ada,” kata Arif, Sabtu (3/10/2026).

Jasad korban selanjutnya dibawa ke kamar mayat RSUD Ibnu Sina Gresik untuk penanganan lebih lanjut. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan perkara tersebut.

Motif sementara cemburu

Berdasarkan pemeriksaan awal, polisi menduga pembunuhan itu dipicu kecemburuan. Arif menyampaikan bahwa motif tersebut masih bersifat sementara. IR disebut menghabisi nyawa korban dengan menusukkan pisau ke bagian leher.

“Untuk sementara motif karena cemburu,” ujar Arif.

IR kini dibawa ke Mapolsek Menganti bersama barang bukti untuk menjalani proses hukum. Polisi menyebut perempuan tersebut mengakui seluruh perbuatannya setelah menyerahkan diri.

Selain mengamankan terduga pelaku dan barang bukti, petugas memasang garis polisi di toko bangunan yang menjadi lokasi kejadian. Tindakan itu dilakukan setelah proses evakuasi korban dan olah tempat kejadian perkara berlangsung.

Source link