Sebanyak 109 kejadian kebakaran tercatat di Kabupaten Cilacap sepanjang Januari hingga September 2026. Peristiwa tersebut menimbulkan kerugian material sekitar Rp3,4 miliar, merusak 87 bangunan, serta menyebabkan satu orang mengalami luka-luka.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Cilacap, Gatot Arif Widodo, mengatakan kebakaran paling banyak terjadi di kawasan permukiman. Rinciannya, 63 kejadian berlangsung di area permukiman, 27 kejadian terjadi di dunia usaha, 15 kejadian melanda lahan, dan empat kejadian masuk kategori lainnya.
Human error menjadi pemicu utama
Menurut Gatot, faktor kelalaian manusia atau human error masih menjadi penyebab dominan kebakaran di wilayah tersebut. Dari keseluruhan kejadian, 60 kasus dipicu faktor tersebut.
Penyebab terbanyak berikutnya adalah korsleting listrik dengan 36 kejadian. Sementara itu, kebakaran yang berkaitan dengan tungku atau gas LPG tercatat sebanyak tujuh kejadian. Enam kasus lainnya dipicu rokok atau korek api.
“Total 109 kali kejadian kebakaran. Untuk lokasi, terbanyak di wilayah pemukiman 63 kejadian, lalu dunia usaha 27 kejadian, kemudian lahan 15 kejadian dan lainnya 4 kejadian,” ujar Gatot, Kamis (1/10/2026).
Ia menyebut total kerugian akibat kebakaran hingga akhir September tahun ini mencapai Rp3,4 miliar. Selain kerusakan terhadap puluhan bangunan, terdapat satu korban yang mengalami luka-luka dalam rangkaian peristiwa tersebut.
Wilayah kota dan sejumlah kecamatan dipetakan rawan
Wilayah yang dinilai rawan kebakaran berada di kawasan perkotaan, meliputi Kecamatan Cilacap Selatan, Cilacap Tengah, dan Cilacap Utara. Kerawanan juga tercatat di sejumlah wilayah Cilacap bagian barat, yakni Majenang, Wanareja, Sidareja, dan Bantarsari.
Di wilayah Cilacap bagian timur, Kecamatan Kroya menjadi daerah yang disebut rawan kebakaran. Pemetaan tersebut menjadi salah satu dasar bagi pemadam kebakaran dalam menjalankan upaya pencegahan dan edukasi kepada masyarakat.
Pencegahan dilakukan melalui edukasi dan inspeksi
Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Cilacap menyatakan pencegahan telah dilakukan secara berkala dan berkelanjutan. Hingga kini, sosialisasi serta edukasi mengenai pencegahan kebakaran telah digelar sebanyak 221 kali dengan jumlah peserta mencapai 14.171 orang.
Selain memberikan pemahaman kepada masyarakat, petugas juga melakukan inspeksi terhadap bangunan gedung. Sedikitnya 15 kegiatan inspeksi telah dilaksanakan.
Gatot berharap rangkaian sosialisasi, edukasi, dan pemeriksaan bangunan tersebut dapat menekan potensi kebakaran di Kabupaten Cilacap. “Harapan kami, kebakaran bisa diminimalisir melalui kegiatan sosialisasi dan inspeksi bangunan,” katanya.












