Keselamatan berkendara menjadi bagian utama dalam kegiatan “Secangkir Kopi, Sejuta Mimpi, Kongkow Happy” yang mempertemukan PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim) dengan 100 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Jember. Dikemas dalam suasana santai, kegiatan tersebut menggunakan obrolan seputar kopi, aktivitas anak muda, dan perjalanan membangun usaha sebagai pintu masuk untuk membahas kebiasaan aman di jalan.
Obrolan gaya hidup dan pesan keselamatan
Sejumlah pelaku usaha atau penggiat kafe turut berbagi cerita mengenai aktivitas, kreativitas, serta proses mewujudkan mimpi melalui usaha. Topik itu kemudian dikaitkan dengan keseharian mahasiswa, mulai dari kegiatan perkuliahan, berkumpul bersama teman, hingga mobilitas menggunakan sepeda motor.
Format dialog yang interaktif membuat peserta tidak hanya menyimak, tetapi juga terlibat dalam sesi diskusi. Pesan #Cari_Aman disampaikan sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari, bukan sekadar materi yang berhenti di ruang kegiatan.
Dari Satlantas Polres Jember, Ipda Oeny Angga Mahendra memberikan edukasi mengenai risiko yang dapat muncul saat berkendara. Mahasiswa diingatkan untuk menjaga konsentrasi, mematuhi rambu dan marka jalan, mengatur kecepatan, serta memastikan kendaraan memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan.
Aspek kondisi tubuh juga menjadi perhatian. Peserta diingatkan bahwa kopi tidak dapat menggantikan kebutuhan istirahat ketika pengendara sudah lelah atau mengantuk. Sebelum memulai perjalanan, pengendara perlu memastikan tubuh berada dalam kondisi fit agar tetap dapat berkendara dengan fokus.
Perlengkapan berkendara dan evaluasi peserta
Materi keselamatan turut mencakup penggunaan riding gear. Lima perlengkapan utama yang disebutkan dalam kegiatan itu adalah helm, jaket, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu. Perlengkapan tersebut diperlukan sebagai bagian dari upaya melindungi pengendara ketika menghadapi risiko di jalan.
Dekan FEB Universitas Jember, Prof. Isti Fadah, menilai edukasi tersebut relevan karena berkendara telah menjadi bagian dari aktivitas mahasiswa. “Harapannya mahasiswa bisa berkendara dengan aman dan hati-hati, sehingga zero accident. Sosialisasi seperti ini sangat penting, apalagi narasumbernya kompeten dari Polres dan instruktur safety riding nasional,” ujarnya.
Pemahaman peserta diukur melalui pre-test dan post-test. Evaluasi tersebut digunakan untuk mengajak mahasiswa mengingat kembali berbagai aspek keselamatan yang dapat diterapkan dalam perjalanan sehari-hari.
Mahasiswa diajak menyebarkan pesan #Cari_Aman
MPM Honda Jatim juga menghadirkan aktivitas UGC (User Generated Content) “Kongkow Happy”. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat menuangkan pengalaman serta pesan keselamatan berkendara dalam bentuk konten yang sesuai dengan keseharian mereka.
Marketing Communication and Development Division Head MPM Honda Jatim, Suhari, mengatakan pendekatan yang dekat dengan gaya hidup anak muda diperlukan agar edukasi lebih mudah diterapkan. “Kami ingin keselamatan berkendara menjadi bagian dari keseharian mahasiswa, bukan sekadar materi yang didengar dalam seminar. Melalui kegiatan yang dikemas lebih dekat dengan gaya hidup mereka, kami berharap pesan #Cari_Aman dapat diterapkan dalam setiap perjalanan,” ujar Suhari.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa didorong tidak hanya menerima informasi, tetapi juga menyebarkan kebiasaan berkendara aman kepada teman dan lingkungan sekitar. Pesan yang dibawa mencakup pentingnya tubuh yang siap, pikiran yang fokus, serta kepatuhan terhadap prinsip #Cari_Aman dalam setiap perjalanan.












