Berita  

**Soekarno Run Banyuwangi Gandeng Disabilitas Netra untuk Recovery**

Layanan pemulihan dan dukungan medis akan menjadi bagian penting dalam Soekarno Run Banyuwangi yang digelar pada 20 September 2026. Di sekitar garis finis, peserta dapat mengakses sport massage yang melibatkan penyandang disabilitas netra, fisioterapis, serta mahasiswa sport massage dari sebuah perguruan tinggi negeri.

Tim tersebut disiapkan untuk menangani kelelahan, ketegangan otot, dan keluhan pada kaki setelah peserta menyelesaikan perlombaan. Penempatannya berada di sekitar Pendopo Sabha Swagata Blambangan, lokasi yang digunakan sebagai titik start sekaligus finis seluruh kategori lomba.

Ruang Kontribusi bagi Disabilitas Netra

Panitia Penyelenggara Soekarno Run Banyuwangi, Indra Agus, mengatakan penyandang disabilitas netra akan bekerja bersama tenaga lain dalam tim pemulihan. Kemampuan mereka dalam pijat, khususnya pijat tradisional, dipadukan dengan keahlian fisioterapis dan mahasiswa sport massage.

“Teman-teman disabilitas netra bersama fisioterapis lainnya akan membantu para peserta yang mengalami masalah, terutama masalah pada kaki setelah race,” kata Indra pada Sabtu malam, 12 September 2026.

Pelibatan tersebut bukan hanya ditujukan untuk menyediakan layanan bagi pelari, melainkan juga menjadi bagian dari konsep inklusivitas penyelenggaraan. Panitia membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk memperlihatkan kompetensi sekaligus terlibat langsung dalam ajang olahraga berskala nasional.

“Dengan melibatkan disabilitas netra dalam layanan sport massage, Soekarno Run Banyuwangi menjadi ruang kompetisi olahraga sekaligus wadah bagi penyandang disabilitas untuk berkontribusi, menunjukkan kompetensi, sekaligus mengambil bagian dalam penyelenggaraan event olahraga berskala nasional,” ujar Indra.

Sport Massage Tidak Menggantikan Penanganan Medis

Teknik pemijatan akan disesuaikan dengan kondisi setiap peserta dan diarahkan pada bagian tubuh yang banyak bekerja selama berlari. Layanan ini terutama dimaksudkan untuk membantu mengurangi ketegangan serta kekakuan otot setelah pelari menempuh jarak perlombaan.

Namun, sport massage tidak diberikan sebagai pengganti pemeriksaan medis bagi peserta yang mengalami cedera. Jika tim menemukan keluhan yang membutuhkan penanganan lanjutan, pelari akan dirujuk kepada petugas medis yang telah disiagakan panitia.

“Layanan tersebut bukan ditujukan untuk menggantikan penanganan medis ketika pelari mengalami cedera. Jika ditemukan kondisi yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut, peserta akan diarahkan kepada tim medis yang telah disiapkan panitia,” kata Indra.

Untuk memperkuat dukungan kesehatan selama perlombaan, penyelenggara juga bekerja sama dengan sejumlah rumah sakit. Beberapa ambulans akan ditempatkan di sejumlah titik, sementara unit mini hospital disiapkan untuk mengantisipasi kebutuhan medis peserta. Menurut Indra, unit tersebut berupa ambulans dengan fasilitas medis yang mumpuni.

Lebih dari 3.000 Pelari Ditargetkan Berpartisipasi

Aspek keselamatan menjadi perhatian penyelenggara karena peserta diperkirakan berupaya mencatatkan hasil terbaik dalam ajang yang menyediakan total hadiah hingga Rp1 miliar. Soekarno Run Banyuwangi menargetkan lebih dari 3.000 pelari dari berbagai daerah. Sejauh ini, peserta yang tercatat berasal dari 26 provinsi di Indonesia.

Perlombaan menyediakan pilihan jarak mulai dari 1 kilometer hingga Half Marathon 21 kilometer. Kategori yang dipertandingkan mencakup Half Marathon 21K umum, 10K master dan umum, serta 5K umum dan pelajar.

Panitia juga membuka kategori 3K bagi peserta umum dan pelajar, sedangkan nomor 1K dikhususkan untuk pelajar. Pada setiap kategori, peserta akan dibagi ke dalam kelompok putra dan putri.

Source link