Jakarta, CNN Indonesia — Gempa bumi yang mengguncang wilayah Kepulauan Seribu, Jakarta, memicu guncangan yang terasa luas namun tidak berpotensi menyebabkan kerusakan struktural. Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) Daryono menjelaskan bahwa gempa tersebut merupakan jenis gempa hiposenter dalam, dengan sumber gempa berada di kedalaman lebih dari 300 kilometer.
Gempa Hiposenter Dalam
Daryono menjelaskan bahwa kedalaman gempa tersebut membuat energinya melemah sebelum mencapai permukaan, meski getarannya dapat dirasakan hingga wilayah yang jauh dari pusat gempa. Meskipun wilayah jangkauan getaran sangat luas, energi di permukaan sudah terdisipasi sehingga tidak berpotensi menimbulkan kerusakan struktural.
Gempa ini bukan disebabkan oleh aktivitas sesar aktif di wilayah dangkal, melainkan akibat patahan batuan di dalam slab Lempeng Samudra Australia yang telah menunjam jauh ke bawah Laut Jawa. Peristiwa ini dikategorikan sebagai intra-slab event, dengan gempa terjadi akibat proses deformasi batuan di dalam lempeng yang telah tersubduksi.
Pola Penyebaran Guncangan
Kedalaman sumber gempa juga memengaruhi pola penyebaran guncangan. Meskipun episenternya berada di Laut Jawa sebelah utara Jakarta, getaran justru dapat dirasakan lebih awal dan lebih kuat di sejumlah wilayah Jawa bagian selatan, seperti Sukabumi.
Gempa dengan kedalaman lebih dari 300 kilometer memiliki spektrum guncangan yang luas, dapat menjangkau wilayah dari Sumatra hingga Jawa bagian timur dan Kalimantan. Namun, energi yang mencapai permukaan telah melemah secara bertahap sehingga dampak terhadap bangunan relatif terbatas.
Menurut Daryono, gempa jenis deep focus cenderung jarang menghasilkan gempa susulan. Hal tersebut berkaitan dengan karakter batuan litosfer samudra di kedalaman ratusan kilometer yang relatif homogen dan kecenderungan pelepasan tegangan terjadi dalam satu kejadian utama.
Sementara itu, BMKG mencatat bahwa gempa ini berkekuatan magnitudo 6,5 dengan kedalaman 368 kilometer. Meskipun guncangannya dirasakan di wilayah yang lebih luas, intensitasnya tidak mencapai tingkat yang dapat menyebabkan kerusakan signifikan.












