Berita  

Pemetaan 149 Desa dan Kelurahan Rawan Kekeringan oleh BPBD Blora

BPBD Blora Petakan 149 Desa dan Kelurahan Rawan Kekeringan

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Widodo, menyampaikan bahwa sebanyak 149 desa dan kelurahan di Kabupaten Blora berpotensi mengalami kekeringan selama musim kemarau 2026. Wilayah-wilayah tersebut tersebar di 15 dari 16 kecamatan di Kabupaten Blora. Hingga 28 Agustus 2026, BPBD telah menjangkau 113 desa dan kelurahan yang kesulitan mendapatkan pasokan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Pemetaan wilayah rawan kekeringan telah dilakukan sejak Juli 2026 berdasarkan laporan dari pemerintah kecamatan dan hasil pemantauan kondisi lapangan. Kondisi kekeringan diperkirakan akan berlangsung hingga November 2026, sehingga BPBD harus mempersiapkan langkah antisipasi untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

Langkah Antisipasi BPBD Blora

Di tengah keterbatasan distribusi air bersih akibat biaya operasional yang meningkat, terutama biaya bahan bakar minyak (BBM), BPBD Blora menghadapi tantangan dalam menyediakan pasokan air bersih yang mencukupi. Meskipun telah menganggarkan distribusi sekitar 1.300 tangki air, namun setelah penyesuaian berdasarkan konsumsi BBM kendaraan operasional, perkiraan distribusi dapat mencapai sekitar 1.000 tangki hingga Oktober 2026.

Sebagian dari tangki air bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Blora, sementara bantuan lainnya diperoleh dari berbagai pihak. Meskipun total anggaran yang dialokasikan belum dipastikan, namun BPBD memprioritaskan pengadaan air, BBM kendaraan operasional, dan kebutuhan lainnya.

Solusi Jangka Panjang

BPBD Blora mendorong pembangunan sumur bor dan eksplorasi sumber air baru sebagai solusi jangka panjang dalam mengatasi kekeringan. Keberadaan sumber air permanen diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap bantuan air selama musim kemarau. Upaya ini juga akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam mengajukan bantuan penanganan kekeringan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Dengan kondisi kekeringan yang diprediksi lebih parah pada 2026 dibanding tahun sebelumnya, BPBD Blora terus melakukan distribusi air bersih ke wilayah terdampak serta mempromosikan penyediaan sumber air permanen. Langkah-langkah ini diharapkan dapat mengurangi dampak kekeringan yang berulang setiap tahun dan memastikan pasokan air bersih masyarakat terpenuhi selama musim kemarau.

Source link