Cara Zat Kimia Migrasi dari Plastik: Panduan Lengkap

Plastik dan Bahaya Migrasi Zat Kimia ke Makanan

Penting untuk memperhatikan bahwa bahan kimia dari kemasan plastik memiliki potensi untuk berpindah ke makanan atau minuman yang terdapat di dalamnya. Proses ini dikenal sebagai migrasi, dan hal ini menjadi salah satu aspek utama yang harus dipertimbangkan dalam menjaga keamanan kemasan pangan, termasuk galon guna ulang yang terbuat dari polikarbonat.

Bahaya Bisfenol A (BPA) dalam Kemasan

Salah satu zat yang menjadi perhatian utama adalah Bisfenol A atau BPA. Senyawa ini umum digunakan dalam pembuatan plastik polikarbonat, yang merupakan bahan keras yang kerap digunakan pada berbagai produk, termasuk galon guna ulang.

Kontaminasi bisa terjadi ketika kemasan berinteraksi dengan makanan atau minuman, di mana sebagian kecil bahan dari kemasan berpotensi untuk berpindah ke dalam isi kemasan tersebut. Faktor-faktor seperti karakteristik material dan kondisi penggunaan akan memengaruhi seberapa besar migrasi zat tersebut.

Peraturan Ketat dari BPOM

Keamanan kemasan tidak hanya ditinjau dari sisi fisiknya saja, melainkan juga dari jumlah zat yang bisa berpindah dari kemasan ke makanan atau minuman. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kini telah menerapkan peraturan ketat terkait batas migrasi BPA melalui Peraturan BPOM Nomor 11 Tahun 2026 tentang Kemasan Pangan.

Batas migrasi BPA dari kemasan polikarbonat kini ditetapkan sebesar 0,05 miligram per kilogram, menurun drastis dari sebelumnya yang sebesar 0,6 miligram per kilogram. Regulasi baru ini bertujuan untuk memastikan jumlah BPA yang dapat berpindah ke makanan atau minuman menjadi lebih rendah.

Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) juga mendukung langkah pengetatan aturan tersebut dan menekankan pentingnya pengawasan yang lebih intensif melalui pengujian laboratorium berkala, transparansi hasil pengawasan, serta pemeriksaan produk yang beredar.

Selain itu, aturan baru dari BPOM juga melarang penggunaan BPA untuk botol dan produk berbahan plastik yang bersentuhan langsung dengan makanan atau minuman bayi dan anak di bawah usia tiga tahun. Dengan demikian, langkah ini diharapkan dapat mengurangi risiko kontaminasi zat berbahaya melalui kemasan plastik.

Source link