Jakarta, CNN Indonesia — Robot humanoid China menunjukkan kemampuan fisik yang luar biasa dalam beberapa cabang olahraga, namun masih menghadapi tantangan saat diminta untuk melakukan tugas-tugas sederhana yang membutuhkan kepresisian seperti mencolok kabel listrik. Dalam World Humanoid Robot Games di Beijing, China, dua robot berhasil mencatat waktu lari 100 meter yang lebih cepat dari rekor dunia Usain Bolt yaitu 9,58 detik. Hal ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dari ajang sebelumnya pada 2025, di mana robot tercepat saat itu masih membutuhkan waktu lebih dari 20 detik.
Meskipun demikian, robot-robot tersebut masih mengalami kesulitan dalam proses pengereman di mana mereka sering menabrak matras tebal setelah garis finish. Namun, robot humanoid lain dari model yang sama mampu mencatat waktu 39,7 detik untuk lari 400 meter, lebih cepat dari rekor dunia manusia. Investor robotika Xu Qiaosheng mengatakan bahwa tantangan dalam manajemen baterai dan kemampuan pembuangan panas robot semakin meningkat.
Masalah Dalam World Humanoid Robot Games
World Humanoid Robot Games berlangsung selama lima hari dan mempertandingkan 51 nomor, termasuk kompetisi olahraga serta simulasi pekerjaan di berbagai sektor. Lebih dari 40 persen dari kompetisi tersebut mengharuskan robot untuk bekerja secara otonom, yang menghadirkan tantangan tersendiri bagi para peserta.
Selain tantangan dalam olahraga, para robot juga diuji dalam kemampuannya untuk mengatasi situasi nyata seperti pengisian daya kendaraan listrik, penanganan insiden darurat, perakitan industri, dan pemindahan material. Salah satu ujian yang menarik adalah bagaimana robot menghubungkan kabel dengan presisi, yang menguji kemampuan penglihatan robot, penyelarasan mekanis, dan pengaturan tenaga.
Tantangan Masa Depan Bagi Robot
Seiring dengan perkembangan ini, perusahaan robotika mulai mengeksplorasi kemungkinan lain seperti menggelar pertandingan tenis humanoid otonom. Chief Marketing Officer perusahaan robotika Zeroth Hua Rong menyatakan bahwa tantangan sesungguhnya baru dimulai setelah demonstrasi berakhir, di mana kemampuan robot untuk menyelesaikan masalah di dunia nyata akan diuji.












