Ekspansi Solar Panel Memicu Penurunan Keanekaragaman Burung di China
Sebuah studi terbaru menyebut ekspansi solar panel besar-besaran memicu penurunan keanekaragaman burung di China. Hal ini disampaikan dalam jurnal Science pada Kamis (20/8).
Kebijakan yang mendorong energi surya disebut sebagai penyebab penurunan tersebut. Lahan pertanian dan padang rumput dibuka dengan cepat untuk pembangunan solar panel, sehingga menimbulkan dampak tersembunyi pada keanekaragaman hayati.
Green Dilemma: Perlawanan antara Lingkungan dan Energi Terbarukan
Green dilemma diartikan sebagai dilema lingkungan, ketika upaya mengurangi emisi karbon harus berhadapan dengan langkah menjaga keberagaman hayati. Pesan utama dari studi ini adalah bukan untuk memperlambat transisi ke energi terbarukan, tetapi untuk memastikan pembangunan energi surya mempertimbangkan faktor ekologis dengan lebih baik.
China memiliki target untuk mencapai netralitas karbon sebelum 2060. Untuk mencapai tujuan ini, negara tersebut melakukan perubahan besar-besaran terhadap energi terbarukan. Diperkirakan luas area yang digunakan untuk energi surya akan mencapai 4.520 kilometer persegi pada 2024, setara dengan luas negara bagian Rhode Island di Amerika Serikat.
Pengaruh Pembangunan Solar Panel terhadap Keanekaragaman Burung
Penelitian ini menemukan bahwa kebijakan pengembangan energi surya di China turut mempengaruhi keanekaragaman burung. Semakin ketat kebijakan untuk mendorong energi surya, semakin besar penurunan keanekaragaman burung, meski dampaknya tergolong sedang.
Wilayah yang lebih makmur dan non-gurun menjadi lebih rentan terhadap penurunan keanekaragaman burung akibat ekspansi solar panel. Burung yang menetap dan bermigrasi mengalami penurunan signifikan, sementara spesies yang berasal dari habitat pegunungan tidak terpengaruh.
Para peneliti juga menyoroti adanya upaya penghijauan yang kurang berkualitas akibat ekspansi energi surya. Meskipun jumlah total tutupan vegetasi meningkat, kualitas ekologisnya justru menurun karena terlalu homogen.
Rekomendasi untuk Mengatasi Masalah
Studi ini memberikan sejumlah rekomendasi, antara lain mengarahkan proyek energi surya ke lokasi dengan konflik ekologis yang lebih rendah, melakukan penilaian menyeluruh terhadap setiap lokasi, dan membatasi perubahan fungsi lahan di wilayah yang produktif dan kaya akan habitat.
Meski penelitian ini berfokus pada energi surya, masalah yang ditemukan juga dapat muncul pada energi terbarukan lainnya, seperti pembangunan pembangkit listrik tenaga angin. Penilaian keanekaragaman burung menjadi penting dalam menghubungkan perubahan ekosistem dengan nilai konservasi bagi lingkungan.
Langkah berikutnya yang disarankan adalah beralih dari sekadar mengukur keanekaragaman hayati ke penilaian nilai dengan mengaitkan perubahan keanekaragaman burung dengan jasa ekosistem dan nilai konservasi.












