Ribuan Pelajar Banyuwangi Hiasi Malam Kota dengan Lampion Budaya
Pasca Karnaval Kemerdekaan yang menampilkan budaya Nusantara, Banyuwangi menampilkan ratusan lampion berbagai bentuk dan warna untuk meramaikan malam Kota Banyuwangi. Atraksi lampion ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-65 dan menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-81.
Kearifan Lokal Dipertontonkan dalam Pawai Lampion
Para peserta dari gugus pramuka tingkat SD hingga SMA turut serta memeriahkan pawai lampion ini. Dengan tema keberagaman budaya Banyuwangi, berbagai kearifan lokal dipertontonkan mulai dari wayang, Barong Osing, penari Gandrung, instrumen Angklung Caruk, hingga pertunjukan tari tradisional. Bahkan, simbol tradisi masyarakat seperti Petik Laut juga turut memeriahkan acara ini.
Festival Lampion tahun ini juga menjadi momentum kolaborasi antara pawai lampion dengan Peringatan Hari Menabung Indonesia yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember. Hal ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat, khususnya pelajar, tentang pentingnya literasi keuangan melalui program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR).
Harapan untuk Meningkatkan Pemahaman Literasi Keuangan
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani berharap kolaborasi antara kekayaan budaya daerah dengan literasi keuangan ini dapat membantu meningkatkan pemahaman masyarakat, terutama generasi muda, mengenai kebiasaan menabung dan mengelola keuangan dengan baik. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat lebih siap menghadapi masa depan yang lebih baik.
Sementara itu, Kepala OJK Jember Aris Budiman menekankan bahwa kebiasaan menabung merupakan hal yang penting, dan melalui festival lampion ini diharapkan semangat menabung dapat terus tumbuh di kalangan anak-anak. Banyuwangi dipilih sebagai lokasi festival ini karena menjadi contoh dalam percepatan akses keuangan daerah dan inovasi dalam literasi keuangan.












