Petani Gresik Sukses Sulap Lahan Tambak Menjadi Sawah Produktif di Musim Kemarau
Para petani di Desa Tanggulrejo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik kini tengah merayakan panen perdana hasil budidaya sistem mina padi di lahan tambak yang mereka kelola. Keputusan mereka untuk beralih ke sistem pertanian ini dipicu oleh lonjakan harga gabah yang signifikan dan kesulitan pengairan selama musim kemarau. Hal ini menjadi angin segar bagi mereka, terutama jika merujuk pada harga gabah yang mencapai Rp 8.000 per kilogram.
Kegembiraan Para Petani di Tengah Panen Perdana
Abdul Manaf, salah seorang petani di Desa Tanggulrejo, menyampaikan rasa gembira atas panen perdana yang sukses. Dengan hasil panen ikan udang sebanyak 250 kg dan ikan 500 kg serta gabah mencapai 8 hingga 10 ton per hektare, para petani merasa optimis dengan sistem pertanian baru yang mereka terapkan.
Ketua DPRD Gresik, Syahrul Munir, turut hadir dalam panen raya mina padi tersebut. Turut berbaur dengan petani, Syahrul Munir bahkan ikut serta dalam operasional mesin panen combine untuk memanen padi. Baginya, kebijakan pemerintah yang mendorong kenaikan harga gabah telah memompa semangat petani untuk terus mengembangkan usaha pertanian.
Tantangan dan Harapan untuk Pengembangan Pertanian
Sementara itu, Karim Aly, Kepala Desa Tanggulrejo, menjelaskan bahwa meski total luas lahan persawahan di desa mencapai sekitar 50 hektare, masih terdapat tantangan terutama dalam distribusi air untuk persawahan. Dukungan dari Pemkab Gresik dalam bentuk normalisasi irigasi serta bantuan alat dan mesin pertanian sangat diharapkan untuk memaksimalkan potensi pertanian di daerah tersebut.
Melalui sistem mina padi, para petani di Gresik membuktikan bahwa dengan semangat dan dukungan yang tepat, mereka mampu mengubah lahan tambak yang produktif menjadi lahan sawah yang menguntungkan di tengah kenaikan harga gabah dan kondisi lingkungan yang menantang.












